KAJIAN EFISIENSI JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI PANDRAH KABUPATEN BIREUEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN EFISIENSI JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI PANDRAH KABUPATEN BIREUEN


Pengarang

Reza Tanzil - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0909200060022

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari jumlah air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan (intake). Efisiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik di saluran maupun di petak sawah. Nilai efisiensi irigasi yang digunakan di Indonesia selama ini ternyata jauh lebih besar dari beberapa negara di Asia. Inilah permasalahan yang menyebabkan kemungkinan kegagalan dari proyck yang ada di daerah kita dimana nilai efisiensi irigasi yang ditetapkan dalam perencanaan terlalu tinggi schingga pada pelaksanaan air yang diberikan tidak cukup diberikan pada daerah hilir. Penelitian ini dilakukan di Saluran Induk Pandrah Kanan sampai dengan saluran tersier Pkn.
3 TI pada Daerah rigasi Pandrah yaitu dengan mengukur debit masuk dan debit
keluar pada saluran dengan menggunakan alat pengukur kecepatan arus (current meter), untuk mengukur evaporasi dengan menggunakan panci evaporasi kelas A sedangkan pengukuran rembesan dilakukan dengan metode teknik Ponding. Dari hasil penelitian akan diperoleh nilai efisiensi saluran primer sebesar 87,50%, saluran sekunder sebesar 80,01% dan saluran tersier sebesar 76,13% sehingga diperoleh nilai efisiensi jaringan irigasi pada Saluran Induk Pandrah Kanan sampai dengan saluran tersier Pkn. 3 TI sebesar 50,30%. Nilai efisiensi di atas menunjukkan bahwa telah terjadi kekurangan sebesar 11,70% dari nilai efisiensi rencana sebesar 65%. Kehilangan air tersebut disebabkan karena saluran yang telah mengalami kerusakan, adanya sadap-sadap liar disepanjang saluran, penggunaan domestik rumah tangga, bangunan pelengkap irigasi dan evaporasi. Perlu adanya peninjauan kembali terhadap debit rencana di pintu pengambilan (intake) untuk pembagian air irigasi agar disesuaikan dengan nilai efisiensi aktual di lapangan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK