ANALISIS PENENTUAN TARIF AIR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTANADI MEDAN (ZONA I) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS PENENTUAN TARIF AIR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTANADI MEDAN (ZONA I)


Pengarang

Indra Maipita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0192010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 2003

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PDM Tirtanadi Medan telah menaikkan tarif aimya per Januari 2003 yang lalu dengan alasan meningkatnya biaya input dan biaya operasional. Hal ini telah meresahkan masyarakat karena pada saat yang bersamaan pemerintah juga menaikkan tarif Listrik, Telepon dan BBM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elastisitas permintaan input terhadap harga serta berapa tarif air yang sesuai di PDAM Tirtanadi Medan.
Untuk keperluan analisis digunakan data sekunder berbentuk data seri waktu sebanyak 60 bulan mulai dari tahun 1998 hingga tahun 2002 yang diperoleh dar Badan Pusat Statistik dan PDAM Tirtanadi Medan. Untuk menguji hipotesis, digunakan metode kuadrat terkecil (Ordinary Least Square, OILS). Variabel bcbas yang digunakan adalah biaya, sedangkan variabel terikatnya adalah output air, hara tenaga kerja, harga bahan kimia, harga bahan bakar dan oli, harga listrik serta input air.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semua koefisien estimasi bernilai positf dan lebih kecil dari satu. Koefisien elastisitas permintaan input terhadap drinya sendiri untuk semua input bersifat inelastis. Permintaan input yang paling kurang inelastis adalah bahan bakar minyak dan oli (BBM) dengan koefisien sebesar -0,9658, sedangkan tenaga kerja merupakan input yang paling inelastis dengan koefisien sebesar -0,43112. Koefisien elastisitas permintaan terhadap harga input lain untuk semua input bertanda negatif, ini berarti bahwa hubungan antara sesama input bersifat komplemen.
Slope biaya marginal dan biaya rata-rata bertanda negatif dengan biaya rata-rata berada di atas biaya marginal. Ini berarti bahwa perusahaan bersifat monopolt
alamiah dimana kurva terus-menerus menurun pada daerah yang relevan. Buaya meningkat lebih lambat dari output, ini ditandai dengan elastisitas biaya terhadap output lebih kecil dari satu (0,3515)
Penentuan tarif air bersih dilakukan pada average cost pricing dan tidak dapat
dilakukan pada marginal cost pricing karena posisi kurva biaya rata-rata lebih tinggu dari kurva biaya marginal. Tanpa diskriminasi, tarif yang sesuai untuk air bersih adalah Rp 323,24 per M3 dengan tingkat produksi scbesar 8.746.309,03 M3 per bulan.





Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK