PENGARUHINFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TERHADAP KOLEKTIBILITAS KREDIT MODAL KERJA DENGAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT SEBAGA INTERVENING VARIABEL PADA BANK KONVENSIONAI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUHINFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN TERHADAP KOLEKTIBILITAS KREDIT MODAL KERJA DENGAN KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT SEBAGA INTERVENING VARIABEL PADA BANK KONVENSIONAI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Faisal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0292070035

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S2) / PDDIKTI : 62101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Sains Ilmu Akuntansi Unsyiah., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh iformasi akuntansi keuangan dan non keuangan terhadap keputusan kredit modal kerja serta seberapa besar pengaruh dari masing - masing informasi tersebut terhadap kolektibilitas . Sebanyak 25 responden dari delapan Bank konvensional di Banda Aceh berhasil
dikumpulkan untuk dianalisis dalam penelitian ini, dengan tingkat respond rate 31,25% . Data dianalisa dengan menggunakan analisa Jalur (Peth Analysis) untuk melihat hubungan dan pengaruh antara masing-masing variabel
Informasi akuntansi keuangan telah dapat diukur dengan sembilan indikator pengukuran, yaitu likuiditas, posis kas, struktur modal, kelayakan usaha, perputaran piutng, perputaran persediaan, skala usaha, profit margin, dan pengembalian aktiva Informasi akuntansi non keuangan telah depat diukur dengan enam indikator pengukuran yaitu jaminan kredit, reputasi bisnis, pendidikan debitur, pengalaman debitur, diversifikasi usaha, dan sektor ekonomi yang dibiyai. Keputuan peberian kredit diukur dengan membandingkan jumlah fasilitas kredit modal kerja yang disetujui dengan jumlah kredit modal kerja Yang diajukan. Berdasarkan nilai caseswise diagnostic diperoleh nilai yang positif sehingga dapat dikatakan bahwa pengukuran keputusan pemberian kredit telah sesuai dengan kreteria yang telah ditetapkan. Kolektibilitas kredt modal kerja diukur dengan menggunakan idikator kualitas aktiva produktif yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dengan kreteria lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet, dengan cara membandingkan jumlah pembayaran dengan jumlah kewajiban debitur. Berdasarkan nilai casewise diagnostic sebesar 0,4776 diketahui bahwa pengukuran kolektibilitas kredit modal kerja telah sesuai dengan kreteria yang telah ditetapkan.
Hasil pengujian hipotesis pertama dan kedua , yaitu ada pengaruh informasi akuntansi keuangan dan informasi non keuangan terhadap keputusan kredit modal kerja telah dapat dibuktikan dengan nilai pengaruh (R-Square) sebesar 15,8 %. Namun pengaruh ini tidak signifikan yang berarti informasi akutansi keuangan dan informasi akuntansi non keuangan bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi keputusan dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja. Hasil pengujian hipotesis ketiga, keempat dan kelima, yaituada pengaruh informasi akuntansi keuangan dan infarmasi akuntansi non keuangan terhadap kolektibilitas modal kerja yang diintervening oleh keputusan pemberian kredit telah dapat dibuktikan dengan nilai pengaruh (R-Square) sebesar 11,6% Namun pengaruh ini tidak sigifikan dikerenakan nilai signifikasi yang lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,449. Ini berarti bahwa informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi non keuangan yang dintervening oleh keputusan pemberian kredit bukan menjadi faktor utama dalam kolektibilitas kredit modal kerja, sehingga hipotesis kedua tidak dopat didukung.
Sebagai implikasi bagi penelitian berikutnya adalah dengan mengembangkan faktor - faktor kontijensi yang mempengaruh kolektibilitas kredit modal kerja semisal faktor budaya, perilaku, organisasi, dan lingkungan guna lebih dapat menjelaskan adanya faktor lain diluar informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi non keuangan Penelitian berikutnya juga harus mempertimbangkan jumlah sampel dan rentang data yang dibutuhkan, sehingga jumlah sampel akan memenuhi kreteria peryampelan dan rentang waktu juga akan menambah kekuatan data yang akan diuji dan diolah.

Kata kunci : Informasi Akuntansi Keuangan, Informasi Akuntansi Non Keuangan, Keputusan Pemberian kredit
Modal Kerja, Kolektibilitas Kredit Modal Kerja

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK