<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152465">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GUSFINDRA SIDDIQ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Gusfindra Siddiq, &#13;
(2025) &#13;
PENJATUHAN PIDANA DENDA TERHADAP PELAKU&#13;
TINDAK PIDANA PERDAGANGAN SIANIDA TANPA SURAT&#13;
IZIN USAHA PERDAGANGAN BAHAN BERBAHAYA DI&#13;
WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI (Analisis&#13;
Putusan Nomor 186/Pid.Sus/2021/PN Sgi) &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala &#13;
(vi, 63).,pp.,tabl.,bibl.,App.&#13;
(M. Iqbal, S.H., M.H.) &#13;
Pasal 106 ayat (1) Jo. Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014&#13;
Tentang Perdagangan yang kemudian telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 11&#13;
Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Di dalam pasal ini Majelis Hakim dapat memilih&#13;
pidana mana yang relevan pada penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana&#13;
perdagangan sianida tanpa surat izin berbahaya di wilayah hukum Pengadilan&#13;
Negeri Sigli. Namun, pada kenyataannya masih terdapat beberapa yang menjadi&#13;
pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan pidana denda serta melihat&#13;
implikasi pidana denda agar terpenuhnya tujuan hukum yang hidup didalam&#13;
masyarakat.&#13;
Penelitian ini bertujuan menjelaskan implikasi hukum penjatuhan pidana&#13;
denda terhadap pelaku tindak pidana perdagangan sianida tanpa surat izin usaha&#13;
perdagangan bahan berbahaya (SIUP-B2) dan pertimbangan majelis hakim dalam&#13;
penjatuhan pidana denda terhadap pelaku tindak pidana perdagangan sianida tanpa&#13;
surat izin usaha perdagangan bahan berbahaya (SIUP-B2).&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Data primer yang&#13;
diperoleh dengan wawancara dengan responden dan informan secara langsung&#13;
berkaitan dengan penelitian ini, dan juga data yang diperoleh dari hasil penelitian&#13;
kepustakaan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari peraturan&#13;
perundang-undangan, buku, jurnal, dan putusan Pengadilan Negeri Sigli yang&#13;
terkait tentang tindak pidana perdagangan secara tanpa izin.&#13;
Hasil dari penelitian yang didapatkan bahwa implikasi hukum bagi pelaku&#13;
yang melakukan tindak pidana perdagangan sianida tanpa surat izin usaha&#13;
perdagangan bahan berbahaya (SIUP-B2), yakni implikasi pidana denda dengan &#13;
mempertimbangkan kemampuan terpidana yang dapat mejalankan putusan &#13;
pengadilan dan uang denda tersebut dapat juga di manfaatkan negara tersebut&#13;
untuk kesejahteraan rakyat. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana&#13;
denda terhadap pelaku yang melakukan tindak pidana perdagangan sianida tanpa&#13;
surat izin usaha perdagangan bahan berbahaya (SIUP-B2) dinilai telah sesuai&#13;
dengan pedoman pemidanaan yang berlaku di Negara Republik Indonesia dalam&#13;
rangka mewujudkan tujuan pemidanaan.&#13;
Disarankan kepada Mejelis Hakim dapat selalu berpedoman pada KUHP&#13;
agar putusan yang dijatuhkan mampu memberikan rasa keadilan, kepastian hukum &#13;
serta kemanfaatan bagi masyarakat dan selalu dapat memaksimalakan penjatuhan&#13;
pidana denda apabila syarat penjatuhan pidana denda telah terpenuhi karena&#13;
pidana model ini merupakan suatu alternatif pemidanaan dalam menjawab&#13;
permasalahan terkait penuh (over crowded) lembaga pemasyarakatan di Indonesia. &#13;
i&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CRIMINAL LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FINES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMMERCE - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152465</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-10 10:12:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-10 10:36:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>