PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH MENJADI PERMUKIMAN DI KECAMATAN KUTA BARO, KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN SAWAH MENJADI PERMUKIMAN DI KECAMATAN KUTA BARO, KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

MUHAMMAD RIDWAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Yuzan Wardhana - 198201102015041002 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 196611051992031004 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2005102010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

333.76

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Produksi pangan sangat bergantung pada ketersedian lahan pertanian, namun pertumbuhan penduduk dan pembangunan insfrastruktur mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non-pertanian hal ini juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan Kuta Baro yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar dalam kurun waktu antara Tahun 2013 dan Tahun 2023 telah kehilangan 305.40 Ha lahan sawah akibat pembangunan yang terjadi selama 1 dekade terakhir. Perubahan penggunaan lahan di pengaruhi oleh faktor internal (lokasi lahan dan produktivitas lahan), faktor eksternal (pertumbuhan penduduk, nilai jual tanah, peluang usaha, dan kualitas tanah) dan faktor kebijakan (peran pemerintah dan implementasi kebijakan). Dengan kemajuan teknologi aplikasi SIG seperti ArcGIS memudahkan pemetaan dan memonitoring perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman di Kecamatan Kuta Baro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gampong yang memiliki tingkat perubahan penggunaan lahan tertinggi dan faktor-faktor pendorong perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman di Kecamatan Kuta Baro Penelitian ini menggunakan metode analisis perubahan lahan dengan teknik integrating data serta uji korelasi Rank Spearman
Hasil penelitian diperoleh bahwa perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman (perumahan maupun rumah dan sarana pendukung aktivitas manusia) di Kecamatan Kuta Baro antara Tahun 2013 dan Tahun 2023 paling besar terjadi di Gampong Leupung Masjid dengan perubahan sebesar 9.23 Ha atau 15.64% dari total perubahan penggunaan lahan sawah yang menjadi permukiman di Kecamatan Kuta Baro antara Tahun 2013 dan Tahun 2023. Selain itu, faktor-faktor yang mendorong perubahan penggunaan lahan meliputi faktor internal (lokasi lahan dan produktivitas lahan), faktor eksternal (pertumbuhan penduduk, nilai jual lahan, peluang usaha dan kualitas tanah) dan faktor kebijakan (peran pemerintah dan implementasi kebijakan) terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman. Keeratan hubungan antara variabel faktor internal memiliki tingkat keeratan yang cukup, sedangkan variabel faktor eksternal dan variabel faktor kebijakan memiliki tingkat keeratan yang kuat dengan perubahan penggunaan lahan sawah menjadi permukiman di Kecamatan Kuta Baro.

Food production is highly dependent on the availability of agricultural land, however population growth and infrastructure development encourage changes in the use of agricultural land to non-agricultural land, this is also the case in Aceh Besar District. Kuta Baro Sub-district, which is one of the sub-districts in Aceh Besar District in the period between 2013 and 2023, has lost 305.40 Ha of paddy fields due to development that occurred over the past decade. Changes in land use are influenced by internal factors (land location and land productivity), external factors (population growth, land selling value, business opportunities, and land quality) and policy factors (government role and policy implementation). With the advancement of GIS application technology such as ArcGIS, it is easy to map and monitor changes in the use of paddy fields to settlements in Kuta Baro District. This study aims to determine the Gampong that has the highest level of land use change and the driving factors of land use change from paddy fields to settlements in Kuta Baro Subdistrict. This study uses the land change analysis method with data integrating techniques and the Spearman Rank correlation test. The results showed that the change in the use of paddy fields into settlements (housing and houses and supporting facilities for human activities) in Kuta Baro Subdistrict between 2013 and 2023 was the greatest in Gampong Leupung Masjid with a change of 9.23 Ha or 15.64% of the total change in the use of paddy fields into settlements in Kuta Baro Subdistrict between 2013 and 2023. In addition, factors that encourage land use change include internal factors (land location and land productivity), external factors (population growth, land selling value, business opportunities and land quality) and policy factors (government role and policy implementation) proven to have a positive and significant relationship with the change in the use of paddy fields into settlements. The closeness of the relationship between internal factor variables has a moderate level of closeness, while external factor variables and policy factor variables have a strong level of closeness with changes in the use of paddy fields for settlements in Kuta Baro Sub-district.

Citation



    SERVICES DESK