ANALISIS IN VITRO DAN IN SILICO KOMBINASI MINYAK BUNGA CEMPAKA PUTIH (MAGNOLIA ALBA (DC.) FIGLAR) DAN MINYAK NILAM FRAKSI RINGAN (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SEBAGAI TABIR SURYA DAN ANTI PHOTOAGING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS IN VITRO DAN IN SILICO KOMBINASI MINYAK BUNGA CEMPAKA PUTIH (MAGNOLIA ALBA (DC.) FIGLAR) DAN MINYAK NILAM FRAKSI RINGAN (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SEBAGAI TABIR SURYA DAN ANTI PHOTOAGING


Pengarang

Cici Lestari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Essy Harnelly - 197501092000122002 - Dosen Pembimbing I
Zumaidar - 197201291997022001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2408204010013

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S2) / PDDIKTI : 46101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Magister Biologi., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

547.71

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Paparan sinar matahari diketahui dapat menyebabkan terjadinya penuaan dini pada kulit yang dikenal sebagai photoaging. Efek buruk dari paparan sinar matahari terutama sinar ultraviolet dapat dihambat dengan penggunaan senyawa alami yang berkhasit tabir surya sekaligus anti photoaging. Cempaka putih dan nilam telah dikenal sebagai dua tumbuhan penghasil minyak atsiri. Kandungan senyawa alami di dalam kedua minyak atsiri tersebut memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan kulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kombinasi minyak atsiri bunga cempaka putih dan minyak nilam sebagai agen tabir surya herbal sekaligus sebagai anti penuaan yang diakibatkan oleh sinar matahari (photoaging). Pengujian SPF secara in vitro dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa krim tabir surya kombinasi minyak atsiri Magnolia alba dan Pogostemon cablin (krim MAPC) menghasilkan kategori proteksi ekstra dengan nilai SPF sebesar 6,80 ± 0,0381. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa krim MAPC memiliki warna putih dengan tekstur lembut, bentuk sediaan semi padat dengan aroma campuran minyak nilam dan cempaka. Krim memiliki derajat keasaman (pH) sebesar 7,6, dengan nilai viskositas sebesar 6870 cps. Evaluasi daya sebar dan daya lekat menjukkan bahwa diameter daya sebar krim MAPC adalah 5 cm dengan daya lekat 3,37 detik. Analisis in silico menunjukkan bahwa krim MAPC berpotensi menghambat aktivitas photoaging dengan menargetkan 24 protein yang terlibat di jalur pensinyalan TNF dan MAPK. Berdasarkan hasil kajian molecular docking dan molecular dynamic simulation diketahui bahwa senyawa Dodecanoic Acid salah satu senyawa aktif yang terkandung di dalam krim MAPC membentuk ikatan yang stabil dengan protein penyebab photoaging yaitu MMP9, sehingga senyawa tersebut dianggap berpotensi menjadi inhibitor dari protein MMP9.

Kata kunci: cempaka putih, nilam, minyak atsiri, in silico, in vitro

Sun exposure is known to cause premature skin aging, commonly referred to as photoaging. The adverse effects of sunlight exposure, particularly ultraviolet (UV) rays, can be mitigated through the use of natural compounds with sunscreen and anti-photoaging properties. White champaca (Magnolia alba) and patchouli (Pogostemon cablin) are well-known plants for their essential oil production. The bioactive compounds within the essential oils of these plants offer various benefits for skin health. This study aims to explore the potential of combining essential oils from white champaca flowers and patchouli as a herbal sunscreen agent with anti-photoaging properties induced by sun exposure. In vitro SPF testing using UV-Vis spectrophotometry revealed that the sunscreen cream combining Magnolia alba and Pogostemon cablin essential oils (MAPC cream) provides an extra protection category with an SPF value of 6.80 ± 0.0381. Organoleptic evaluation demonstrated that MAPC cream is white in color with a soft texture, a semi-solid formulation, and a mixed aroma of patchouli and champaca oils. The cream exhibited a pH value of 7.6 and a viscosity of 6870 cps. Assessments of spreadability and adhesion showed that the cream had a spreadability diameter of 5 cm and an adhesion time of 3.37 seconds. In silico analysis indicated that MAPC cream has the potential to inhibit photoaging activity by targeting 24 proteins involved in the TNF and MAPK signaling pathways. Molecular docking and molecular dynamic simulation studies identified Dodecanoic Acid, one of the active compounds in MAPC cream, as forming a stable bond with MMP9, a protein associated with photoaging. Thus, this compound is considered a potential inhibitor of MMP9. Key words: white champaca, patchouli, essential oil, in silico, in vitro

Citation



    SERVICES DESK