<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152297">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IN VITRO DAN IN SILICO KOMBINASI MINYAK BUNGA CEMPAKA PUTIH (MAGNOLIA ALBA (DC.) FIGLAR) DAN MINYAK NILAM FRAKSI RINGAN (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) SEBAGAI TABIR SURYA DAN ANTI PHOTOAGING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cici Lestari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paparan sinar matahari diketahui dapat menyebabkan terjadinya penuaan dini pada kulit yang dikenal sebagai photoaging. Efek buruk dari paparan sinar matahari terutama sinar ultraviolet dapat dihambat dengan penggunaan senyawa alami yang berkhasit tabir surya sekaligus anti photoaging. Cempaka putih dan nilam telah dikenal sebagai dua tumbuhan penghasil minyak atsiri. Kandungan senyawa alami di dalam kedua minyak atsiri tersebut memiliki berbagai manfaat terhadap kesehatan kulit. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kombinasi minyak atsiri bunga cempaka putih dan minyak nilam sebagai agen tabir surya herbal sekaligus sebagai anti penuaan yang diakibatkan oleh sinar matahari (photoaging). Pengujian SPF secara in vitro dengan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa krim tabir surya kombinasi minyak atsiri Magnolia alba dan Pogostemon cablin (krim MAPC) menghasilkan kategori proteksi ekstra dengan nilai SPF sebesar 6,80 ± 0,0381. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa krim MAPC memiliki warna putih dengan tekstur lembut, bentuk sediaan semi padat dengan aroma campuran minyak nilam dan cempaka. Krim memiliki derajat keasaman (pH) sebesar 7,6, dengan nilai viskositas sebesar 6870 cps. Evaluasi daya sebar dan daya lekat menjukkan bahwa diameter daya sebar krim MAPC adalah 5 cm dengan daya lekat 3,37 detik. Analisis in silico menunjukkan bahwa krim MAPC berpotensi menghambat aktivitas photoaging dengan menargetkan 24 protein yang terlibat di jalur pensinyalan TNF dan MAPK. Berdasarkan hasil kajian molecular docking dan molecular dynamic simulation diketahui bahwa senyawa Dodecanoic Acid salah satu senyawa aktif yang terkandung di dalam krim MAPC membentuk ikatan yang stabil dengan protein penyebab photoaging yaitu MMP9, sehingga senyawa tersebut dianggap berpotensi menjadi inhibitor dari protein MMP9.&#13;
&#13;
Kata kunci: cempaka putih, nilam, minyak atsiri, in silico, in vitro&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ESSENTIAL OILS - CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SKIN DISEASES - HUMANS</topic>
 </subject>
 <classification>547.71</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152297</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-04-08 11:46:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-04-08 15:02:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>