<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152245">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN PENINGKATAN ACTIVITY DAILY LIVING PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI RSUDZA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAFRANIL HIKMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Self-efficacy memegang peranan penting dalam proses pemulihan pasien pasca operasi fraktur. Tingginya tingkat keyakinan diri pasien terbukti dapat meningkatkan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari (ADL), mempercepat rehabilitasi, serta mendorong kemandirian selama masa penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat self-efficacy dengan peningkatan kemampuan Activity of Daily Living (ADL) pada pasien pasca operasi fraktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Populasi yang digunakan adalah pasien post operasi fraktur di RSUDZA Banda Aceh menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel 84 responden yang diolah dengan G*Power Statistics. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan antara self-efficacy dan peningkatan ADL. Data demografi dikumpulkan beserta kuesioner baku yaitu General Self Efficacy (GSE) dan Care Dependency Scale (CDS). Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square yang menunjukkan nilai p-value = 0,001 (p &lt; 0,005), terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan peningkatan kemampuan Activity of Daily Living (ADL) pada pasien pasca operasi fraktur. Hasil analisis crosstab menunjukkan hubungan positif antara self-efficacy dan kemampuan ADL pasien pasca operasi fraktur. 79,2% memiliki self-efficacy tinggi dengan peningkatan ADL baik, 74,2% memiliki self-efficacy cukup dengan peningkatan ADL yang cukup. Hasil ini menegaskan hubungan dsn peran penting self-efficacy dalam mendukung pemulihan dan kemandirian pasien.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152245</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-27 12:07:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-27 12:10:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>