PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DISIPLIN GURU PADA SMK DI KABUPATEN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DISIPLIN GURU PADA SMK DI KABUPATEN ACEH BARAT


Pengarang

Kamaruzzaman - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Bahrun - 195908241987021001 - Dosen Pembimbing I
Khairuddin - 195903111985031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2309200050042

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Administrasi Pendidikan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DISIPLIN GURU PADA SMK DI
KABUPATEN ACEH BARAT

Oleh : Kamaruzzaman
NPM: 2309200050042

Komisi Pembimbing:
1. Prof. Dr. Bahrun, M. Pd.
2. Dr. Khairuddin, M. Pd.

ABSTRAK
Kepala sekolah memiliki peran sebagai seorang pemimpin yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Pengembangan dan pemeliharaan budaya disiplin di sekolah yang positif menjadi tugas penting bagi setiap kepala sekolah. Hal ini dikarenakan kepemimpinan dan budaya disiplin berpengaruh terhadap kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin guru pada SMK di Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 orang guru dan 2 orang kepala sekolah yang aktif bertugas pada SMK Negeri 2 Meulaboh dan SMK Negeri 1 Woyla di Kabupaten Aceh Barat. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah teknik kuesioner terbuka dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Program kepala sekolah dalam pengembangan budaya disiplin guru pada SMK di Kabupaten Aceh Barat mencakup langkah-langkah strategis yang melibatkan guru seperti penyusunan aturan kedisiplinan bersama, penerapan absensi berbasis QR Code, dan penguatan komitmen disiplin melalui rapat kerja serta pemberian sanksi bagi pelanggar untuk memastikan budaya disiplin diterapkan secara konsisten. 2) Pelaksanaan program pengembangan budaya disiplin guru pada SMK di Kabupaten Aceh Barat melalui komunikasi yang demokratis dan kolaboratif. Kepala sekolah aktif memberikan arahan rutin, melibatkan guru dalam pengambilan keputusan serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung absensi dan pembelajaran. Dukungan dari pelatihan, workshop, dan kerja sama dengan pihak eksternal juga memperkuat implementasi program. 3) Pelaksanaan evaluasi program pengembangan budaya disiplin guru pada SMK di Kabupaten Aceh Barat dilakukan melalui pengamatan langsung, analisis perubahan perilaku siswa dan guru, penghargaan bagi guru yang disiplin. serta pengumpulan umpan balik dari siswa, guru, dan orang tua. 4) Pengembangan budaya disiplin guru pada SMK di Kabupaten Aceh Barat menghadapi hambatan signifikan, termasuk faktor usia, kepentingan pribadi seperti pekerjaan tambahan dan kegiatan sosial di luar sekolah yang mengganggu ketepatan waktu, jarak tempuh, perbedaan kebiasaan dan pemahaman disiplin di antara guru.

Kata Kunci: Peran, Pengembangan, Budaya Disiplin

THE ROLE OF THE PRINCIPAL IN DEVELOPING TEACHER DISCIPLINE CULTURE IN VOCATIONAL SCHOOLS IN WEST ACEH DISTRICT ABSTRACT (Kamaruzzaman) The school principal plays a pivotal role as a leader, a position that demands a high degree of responsibility. Developing and maintaining a positive culture of discipline within schools is a critical task for every principal, as leadership and a culture of discipline significantly impact teacher performance. This study aimed to examine the role of school principals in fostering a culture of teacher discipline at vocational schools in West Aceh Regency. The research employed a qualitative approach with a descriptive methodology. The study's participants included 12 teachers and 2 school principals actively serving at Vocational High School 2 Meulaboh and Vocational High School 1 Woyla in West Aceh Regency. Data were collected through open-ended questionnaires and interviews. The findings revealed the following: (1) The principals’ initiatives to promote a culture of teacher discipline include strategic measures such as the collaborative formulation of disciplinary rules, the implementation of QR code-based attendance systems, and the reinforcement of disciplinary commitments through staff meetings and the imposition of sanctions for violations, ensuring consistent adherence to disciplinary standards. (2) The implementation of these initiatives is characterized by democratic and collaborative communication. Principals provided regular guidance, involving teachers in decision-making processes, and leveraging technology to facilitate attendance monitoring and teaching activities. Additionally, training sessions, workshops, and partnerships with external stakeholders further enhance program implementation. (3) Program evaluation was conducted through direct observation, analysis of changes in teacher and student behavior, recognition of disciplined teachers, and the collection of feedback from students, teachers, and parents. (4) Challenges in fostering a culture of teacher discipline included age-related factors, personal interests such as secondary employment and social activities outside the school, commuting distances, and varying habits and perceptions of discipline among teachers. Keywords: Role, Development, Discipline Culture

Citation



    SERVICES DESK