<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152179">
 <titleInfo>
  <title>STATUS MERKURI PADA ALIRAN SUNGAI KRUENG SABEE AKIBAT LIMBAH PENGOLAHAN EMAS DI KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iwandikasyah Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 Aktivitas penambangan emas di Kabupaten Aceh Jaya dikhawatirkan akan  menimbulkan  pencemaran merkuri terhadap  air surgai Krueng Sabe dan  lingkungannya Penelitian ini dilakukan  dengan tujuan untuk mengkaji status  merkuri pada aliran sungai Krueng Sabe akibat pembuangan limbah pengolahan  emas yang dilakukan oleh para penambang emas di Kecamatan Krueng Sabee,  Kabupaten Aceh Jaya. Pengambilan sampel air, sedimen dan hewan  air (biota  dilakukan sepanjang aliran sungai yang dikelompokkan atas lokasi yaitu hilir,  median, dan hulu. Kandungan merkuri dalam sampel air, sedimen, dan biota  diukur dengan  alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), dengan  mengunakan metode SN1 02-0086-2005 (sampel biota dan sedimen), dan metode  SNI 01-3554.2006 (sampel air sungai). Selanjutnya hasilnya dibandingkan dengan baku mutu (KepMenLH No.02/ MenKLH/ 2002, PP. No. 18 Tahu 1999, dan BPOM No. 3725/ B/ SK/ VI/ 1989). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  konsentrasi merkuri (Hg) pada air sungai Kreng Sabee (hilir, median, dan hulu)  pada musim hujan dan musim kemarau berada di bawah Nilai Ambang Batas  (NAB), sedangkan merkuni (Hg) dalam sedimen (hilir, median, dan hulu) di aliran  Krueng Sabee berada di atas ambang batas. Konsentrasi merkuri (Hg) pada biota  (hilir, median, dan hulu) dalam aliran sungai Krueng Sabee hanya pada biota jenis  lokan yang berada di atas ambang batas. Kandungan merkuri pada lingkungan  perairan di  atas nilai ambang batas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan penduduk yang berada  sekitar  di  lokasi yang tercemar.  Kata kunci merkuri, penambang  emas,  sedimen dan biota sungai, sungai Krueng  Sabee.   &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152179</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-26 09:27:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-26 09:27:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>