<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152109">
 <titleInfo>
  <title>THE IMPACT OF PRODUCT BOYCOTTS ON SALES REVENUE OF IDX- LISTED COMPANIES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NADA AN NAURAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis	Akuntansi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji dampak boikot produk terhadap pendapatan penjualan perusahaan pro-Israel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data keuangan dari 12 perusahaan yang terkena boikot selama Juni 2023 hingga Juni 2024. Hasil regresi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan, di mana setiap peningkatan satu satuan dalam aktivitas boikot menyebabkan penurunan pendapatan penjualan sebesar 41,2% (β = -0,411655, p-value = 0,0008), dengan nilai R-squared sebesar 0,843986, menunjukkan bahwa 84,39% variasi dalam pendapatan penjualan dijelaskan oleh aktivitas boikot. Temuan ini mendukung Teori Nudnik (Friedman, 1985) dan Teori Signaling (Spence, 1973), yang menunjukkan bagaimana boikot berfungsi sebagai sinyal pasar negatif yang memengaruhi reputasi perusahaan, kepercayaan investor, dan loyalitas konsumen. Selain kerugian finansial, boikot juga berdampak pada kerusakan reputasi dan perubahan perilaku konsumen, terutama bagi merek dengan visibilitas tinggi. Untuk mengurangi risiko, perusahaan perlu menerapkan strategi manajemen krisis, inisiatif CSR, dan komunikasi yang transparan. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman aktivisme konsumen di pasar negara berkembang, khususnya di Indonesia, serta merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi faktor moderasi seperti loyalitas merek, respons perusahaan, dan kebijakan pemerintah guna menilai dampak finansial jangka panjang dari boikot.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Boikot Produk, Pendapatan Penjualan, Aktivisme Konsumen, Bursa Efek Indonesia, Reputasi Perusahaan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152109</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 10:37:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 10:39:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>