FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI UNTUK KAUM DHUAFA DI PROVINSI ACEH (STUDY KASUS: KABUPATEN ACEH UTARA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI UNTUK KAUM DHUAFA DI PROVINSI ACEH (STUDY KASUS: KABUPATEN ACEH UTARA)


Pengarang

Musafaruddin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200060075

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

690

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
kegiatan pembangunan rumah layak huni merupakan program Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang diperuntukkan bagi kaum Dhuafa. Adapun pelaksanaan proyek tersebut diserahkan kepada kontraktor sebagai penanggang jawab dalam menyelesaikan pembangunan rumah layak huni Setiap proyek yang telah direncanakan pasti memiliki rencana pelaksanaan, kapan dimulai dan berakhirnya proyek tersebut, teknis di lapangan serta penyediaan sumber daya merupakan hal yang penting untuk menghindari risiko terjadinya hambatan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Masalah yang timbul di Lapangan sangatlah berisiko dan harus dihindari agar proyek yang sedang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi faktor terjadinya penghambat dalam pelaksanaan proyek rumah layak huni bagi kaum Dhuafa serta menganalisis strategr yang baik dalam meminimalisasi terjadinya penghambat. Metode penelitian yang digunakan merupakan mix methode antara metode kualitatif dan kuantitatif. Jumlah pelaksana pembangunan rumah Dhuafa pada tahun 2016 sejumlah 64 perusahaan. Jumlah responden yang diperoleh dari rumus slovin scbanyak 39 perusahaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor penyebab terjadinya hambatan pada saat pelaksanaan pekerjaan ialah faktor tenaga kerja dengan nilai frequeney index (FI ) sebesar 0.84 faktor desain dan perencanaan dengan nilai FI 0,8; faktor peralatan dengan nilai FI 0,77: faktor di luar kemampuan kontraktor dengan nilai F1 0,75; taktor material dengan nilai FI 0,55; faktor kondisi lapangan dengan nilai Fl sebesar 0,46; dan faktor pelaksanaan dan hubungan kerja dengan nilai Fl sebesar 0,40. Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya hambatan dari segi tenaga kerja adalah meningkatkan kualitas tenaga kerja, menambah tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya, dan bekerja sesuai dengan prosedur. Dari segi desain dan perencanaan adalah melakukan review design terhadap proyek tersebut. Kata kunci Penghambat, kontraktor, proyek konstruksi, perumahan, rumah dhuafa

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK