<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152069">
 <titleInfo>
  <title>PERKUATAN STRUKTUR KOLOM YANG MENGALAMI GAGAL LENTUR AKIBAT BEBAN SIKLIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safril Muhamad Erwin Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kolom berperan sebagai komponen struktural utama yang menjadi komponen yang paling rentan terhadap kerusakan. Kerusakan ini terjadi karena struktur beton bertulang tidak mampu menahan beban siklik akibat beban dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai metode perkuatan kolom yang mengalami retak lentur, yaitu injeksi pasta semen komposit, pergantian dan penambahan selimut menggunakan Ultra-High-Performance Concrete (UHPC), serta perkuatan eksternal dengan Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP) berbahan serat abaka. Benda uji terdiri dari 6 kolom beton bertulang berukuran 200 x 200 x 600 mm, dengan tulangan utama 8D13 mm dan tulangan sengkang Ø10-75 mm. Pengujian dilakukan dengan pemberian beban aksial dan beban siklik berdasarkan FEMA 461 untuk menilai kapasitas beban maksimum, daktilitas, kekakuan awal, dan energi disipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelebaran dimensi dengan UHPC adalah metode perkuatan paling efektif, dengan peningkatan kapasitas maksimum sebesar 53.46%, energi disipasi 219.58%, dan daktilitas lebih dari dua kali lipat dibandingkan kolom kontrol. Penggantian selimut beton dengan UHPC juga menunjukkan peningkatan kapasitas sebesar 24.14 %, meskipun mengalami sedikit penurunan kekakuan awal. Perkuatan dengan jacketing NFRP memberikan peningkatan kapasitas dan energi disipasi, tetapi kekakuan awalnya menurun 38.5%. metode injeksi pasta semen dan pengujian ulang tidak memberikan peningkatan yang signifikan dan bahkan mengalami penurunan 8.82% dan 12.6% dibandingkan kolom kontrol. Kolom tanpa perkuatan mencapai 22 siklus hingga gagal, sedangkan kolom dengan perkuatan mencapai 26 siklus pengujian. Secara keseluruhan, pelebaran dimensi UHPC menjadi pilihan terbaik, diikuti oleh pergantian selimut UHPC dan jacketting NFRP. Metode ini dapat meningkatkan kapasitas kolom terhadap beban siklik, sehingga cocok diterapkan dalam rehabilitasi struktur beton bertulang yang mengalami degradasi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152069</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 15:43:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-25 08:53:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>