<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="152059">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MULTIVARIAT TERHADAP MORBIDITAS DAN MORTALITAS DALAM 30 HARI PADA PASIEN CEDERA OTAK TRAUMATIK YANG MENJALANI PEMBEDAHAN SARAF DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azzie Niazie</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran - Spesialis Anestesiologi  dan Terapi Intensif</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK : Cedera otak traumatik merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, terutama pada pasien yang memerlukan intervensi bedah saraf. Berbagai faktor klinis, perioperatif, serta kondisi sistemik pasien dapat mempengaruhi luaran klinis hingga tingkat mortalitas dan morbiditas pascaoperasi. Penelitian dengan desain kohort prospektif ini dilakukan di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh pada Juli–Oktober 2024. Seluruh pasien cedera otak traumatik yang menjalani pembedahan saraf selama periode penelitian diikutsertakan dengan metode total sampling. Variabel independen yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, skor Glasgow Coma Scale (GCS) preoperatif, jumlah dan jenis trauma, interval waktu kejadian hingga operasi, durasi operasi, total perdarahan, serta sistem respirasi dan kardiovaskular. Variabel dependen adalah morbiditas dan mortalitas dalam 30 hari pascaoperasi. Uji chi-square digunakan untuk menilai hubungan antar variabel, dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh. Tingkat morbiditas dan mortalitas dalam 30 hari pascaoperasi masing-masing adalah 58,3% dan 22,9%. Faktor yang berhubungan dengan morbiditas meliputi GCS preoperatif, interval waktu kejadian hingga operasi, durasi operasi, sistem respirasi, dan sistem kardiovaskular. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan mortalitas adalah GCS preoperatif, durasi operasi, sistem respirasi, dan sistem kardiovaskular. Analisis lebih lanjut menunjukkan GCS preoperatif merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas dalam 30 hari pascaoperasi. Skor GCS preoperatif menjadi prediktor utama dalam menentukan prognosis pasien. Optimalisasi penanganan praoperatif dan pascaoperatif menjadi aspek penting dalam meningkatkan luaran klinis pasien dengan cedera otak traumatik.&#13;
Kata Kunci: Cedera otak traumatik, morbiditas, mortalitas, pembedahan saraf, faktor prognostik</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>152059</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 14:41:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 14:46:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>