<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151995">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN TINGKAT PENYANGRAIAN DAN METODE PENYEDUHAN TERHADAP MUTU SENSORI KOPI WINE ARABIKA GAYO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISKA SAFRIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Teknologi Hasil Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi (Coffea sp) merupakan salah satu jenis tanaman tropis dan komoditi &#13;
perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan &#13;
lainnya. Produksi kopi mengalami peningkatan dalam proses pengolahannya. Salah satu &#13;
diversifikasi pengolahan kopi adalah kopi wine. Kopi wine merupakan diversifikasi produk kopi &#13;
yang melalui fermentasi secara anaerob. Pengolahan kopi wine dalam masyarakat masih &#13;
tergolong baru, sehingga penilaian mutu masih menjadi fokus utama bagi kopi wine. Penelitian &#13;
ini bertujuan untuk mengetahui penilaian mutu sensori kopi wine berdasarkan tingkat &#13;
penyangraian dan metode penyeduhan untuk menentukan perlakuan terbaik kopi wine serta &#13;
untuk mengetahui kadar kafein kopi wine. Penelitian ini akan menggunakan Rancangan Acak &#13;
Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan pengulangan sebanyak 2 ulangan. &#13;
Faktor pertama yaitu derajat penyangraian light (P1), penyangraian medium (P2) dan &#13;
penyangraian dark (P3) dan faktor kedua adalah teknik penyeduhan kopi yang memiliki 6 taraf, &#13;
yaitu tubruk (S1), french press (S2), vietnam drip (S3), V60 (S4), aeropress (S5) dan syphon &#13;
(S6), sehingga kombinasi penelitian yang didapat yaitu 18 dan setiap kombinasi perlakuan akan &#13;
dilakukan 2 kali ulangan dan diperoleh 36 sampel percobaan. Pengujian dilakukan dengan &#13;
metode cupping test yang merujuk kepada Specialty Coffee Association of Amerika (SCAA) &#13;
menggunakan panelis terlatih sebanyak 8 panelis. Panelis menilai dengan memberikan skor pada &#13;
10 atribut yaitu fragrance, flavor, aftertaste, acidity, body, balance, sweetness, clean cup, &#13;
uniformity dan overall. setiap atribut yang diuji akan diberikan skala dengan rentang nilai 6-10, &#13;
dimana skor akan dibagi menjadi 4, yaitu 6,00-6,75 (good), 7,00-7,75 (very good), 8,00-8,75 &#13;
(excellent) dan 9,00-9,75 (outstanding). Selanjutnya dilakukan uji kadar kafein menggunakan &#13;
Spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang (λ) 281 nm. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa tingkat penyangraian berpengaruh yang sangat nyata (P≤0,01) terhadap atribut fragrance &#13;
dan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap atribut flavor, aftertaste dan sweetness. Pada &#13;
penyangraian light aroma berhasil dibaui yaitu nutty dan grassy, penyangraian medium terdapat &#13;
aroma sweet dan chocolate, sedangkan pada penyangraian dark terdapat aroma floral dan dark &#13;
chocolate. Metode penyeduhan memiliki pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap atribut acidity dan &#13;
body. Pada fragrance, flavor, aftertaste dan sweetness penyeduhan yang memiliki nilai paling &#13;
tinggi adalah penyeduhan tingkat medium, sedangkan untuk atribut acidity dan body &#13;
mendapatkan nilai tertinggi pada penyeduhan aeropress. Berdasarkan penelitian ini, dari hasil &#13;
cupping test dan uji rangking diperoleh perlakuan terbaik, yaitu pada kombinasi P2S5 &#13;
(penyangraian medium dengan penyeduhan aeropress). Berdasarkan hasil uji kafein pada &#13;
perlakuan terbaik (P2S5) kafein yang diperoleh memiliki kadar sebesar 0,277 g/100 gr kopi. &#13;
&#13;
Kata kunci: Kopi wine Aabika Gayo, tingkat penyangraian, metode penyeduhan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>663.93</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151995</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 11:09:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 11:50:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>