<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151981">
 <titleInfo>
  <title>REFLEKSI GURU TERHADAP PROSES BERPIKIR SISWA SELAMA PEMBELAJARAN PECAHAN MENGGUNAKAN NOTICING FRAMEWORK DI KELAS VII</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAHRA SALSABILLA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Matematika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penerapan noticing framework dalam pembelajaran matematika dapat membantu guru dalam memahami proses berpikir siswa dan merancang respons yang lebih tepat sesuai kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan refleksi guru terhadap proses berpikir siswa selama pembelajaran pecahan menggunakan noticing framework di kelas VII. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian autoetnografi. Subjek penelitian adalah peneliti sendiri yang berperan sebagai guru di SMP Negeri 3 Banda Aceh, dengan fokus pada siswa kelas VII-5. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara refleksi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan noticing framework, peneliti dapat mengidentifikasi kesulitan siswa dalam mengaitkan konsep pembagian pecahan dengan konteks nyata, meskipun mereka dapat menyelesaikan soal simbolis. Selain itu, peneliti menyadari pentingnya memberikan waktu lebih banyak bagi siswa untuk mengeksplorasi pemahaman mereka dengan bantuan alat peraga konkret agar dapat menjembatani pemahaman simbolik dan pengalaman kontekstual. Peneliti juga menemukan bahwa keterampilan noticing yang dikembangkan selama proses refleksi mempengaruhi efektivitas pengajaran dan membantu siswa mengatasi kesulitan dalam memahami materi pecahan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penggunaan noticing framework sebagai alat refleksi bagi guru dalam meningkatkan kualitas pengajaran serta memperbaiki pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pengalaman praktis dalam mengembangkan keterampilan noticing yang efektif bagi guru.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FRACTIONS</topic>
 </subject>
 <classification>371.3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151981</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 09:58:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-24 12:07:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>