PENERAPAN RAGAM HIAS ACEH PADA TAS BERBAHAN KULIT SINTETIS MENGGUNAKAN TEKNIK LUKIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN RAGAM HIAS ACEH PADA TAS BERBAHAN KULIT SINTETIS MENGGUNAKAN TEKNIK LUKIS


Pengarang

RAHMAIZA NASSAF - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rosmala Dewi - 196410161989032002 - Dosen Pembimbing I
Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing II
Nurbaiti - 197607082018012101 - Penguji
Agung Rorhi Prayudha - 199509092022031010 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2006104010059

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ragam hias merupakan simbol kebudayaan yang sering diterapkan
dalam berbagai media. Penerapan ragam hias di daerah Aceh masih
banyak menggunakan teknik tradisional. Sehingga, teknik lukis dapat
menjadi alternatif modern agar generasi muda dapat mengekspresikan
budaya dan gaya hidup sesuai tren kekinian. Penelitian ini bertujuan
untuk mendesain motif Aceh kontemporer, membuat tas selempang
berbahan kulit sintetis dengan lukisan motif Aceh dan menganalisis
tanggapan informan terhadap produk. Penelitian menggunakan metode
eksperimen terapan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek
terdiri dari tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling, meliputi seorang pakar budayawan, dua orang pengrajin
souvenir dan empat orang konsumen. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telah menghasilkan dua
produk tas selempang dengan desain model dan lukisan motif Aceh
yang berbeda. Motif Aceh yang dikembangkan yaitu motif Awan Si On,
Bungong Geulima, Bungong Jeumpa, dan Bungong Aneuk Abiek.
Menurut informan, produk sudah menghadirkan inovasi yang menarik
dan masih jarang ditemukan. Namun, dalam pengembangannya, motif
Aceh tetap harus mempertahankan ciri khasnya agar nilai-nilai
tradisional yang terkandung di dalamnya tetap lestari.

Decorative motifs are cultural symbols that are often applied in various media. The application of decorative motifs in the Aceh region still uses many traditional techniques. Thus, painting techniques can be a modern alternative so that the younger generation can express culture and lifestyle according to current trends. This study aims to design contemporary Aceh motifs, make synthetic leather sling bags with Aceh motif paintings and analyze informants' responses to the product. The study used an applied experimental method with a qualitative descriptive approach. The subjects consisted of seven informants selected using a purposive sampling technique, including a cultural expert, two souvenir craftsmen and four consumers. Data were collected through in-depth interviews, then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study have produced two sling bag products with different Aceh motif designs and paintings. The Aceh motifs developed are the Awan Si On, Bungong Geulima, Bungong Jeumpa, and Bungong Aneuk Abiek motifs. According to informants, the products have presented interesting innovations and are still rarely found. However, in its development, the Aceh motif must still maintain its characteristics so that the traditional values ​​contained in it remain sustainable.

Citation



    SERVICES DESK