PENGARUH SUB/ SEKTOR PERKEBUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN ACEH TENGAH, ACEH TIMUR DAN ACEH BARAT PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH SUB/ SEKTOR PERKEBUNAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN ACEH TENGAH, ACEH TIMUR DAN ACEH BARAT PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH


Pengarang

Azizi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9412004

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 1997

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tujuan penelitian yang dilakukan di masing-masing wilayah penelitian tersebut adalah untuk menganalisis dan mengetahui; (I) Perkembangan pendapatan per kapita dan proses realokasi sumber daya ekonomi, (2) Proporsi atau peran sub-sektor perkebunan dalam struktur perekonomian, (3) Kedudukan sub-sektor perkebunan ditinjau dari basis ekonomi, (4) Besarnya pengaruh atau dampak sub-sektor perkebunan terhadap pendapatan dan penyerapan tenaga kerja.
Analisis dilakukan dari tahun 1985 sampai dengan 1994. Hasil analisis
menunjukkan bahwa secara relatif peran sektor primer yang juga termasuk sub
sektor perkebunan di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Barat terjadi penurunan. Untuk Kabupaten Aceh Tengah meski sub-sektor perkebunan
terjadi penurunan peran namun secara umum sektor primer ternyata terjadi
peningkatan peran.
Dari analisis tahap pembangunan mengungkapkan telah terjadi proses realokasi sumberdaya ekonomi, ditunjukkan oleh penurunan proporsi pendapatan sektor primer dan diikuti oleh kenaikan proporsi pendapatan sektor sekunder dan tersier di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Timur. Sebaliknya yang terjadi di Kabupaten Aceh Tengah yaitu proporsi sektor primer malah mengalami kenaikan serta sektor sekunder dan tersier mengalami penurunan. Selanjutnya pendapatan per kapita di tiga Kabupaten tersebut mengalami kenaikan selama periode analisis.
Hasil perhitungan dengan teknik Location Quotient menunjukkan sub sektor perkebunan tergolong ke dalam sektor basis di tiga wilayah penelitian selama kurun waktu analisis, yang mana dibuktikan oleh Location Quotient lebih besar dari satu. Hal tersebut menunjukkan sub-sektor perkebunan merupakan sektor ekspor, dimana sektor tersebut mampu mengekspor komoditi perkebunan ke luar batas-batas perekonomiannya. Dengan menggunakan model hasis ekonomi, melalui penggadanya, baik pengganda pendapatan maupun pengganda tenaga kerja, ternyata sub-sektor perkebunan memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK