STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA TB PARU DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA TB PARU DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

PUTRI FADHLIA ALVINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Samsul Alam - 195302132018081101 - - - Dosen Pembimbing I
Asniar - 197811222002122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2112101010112

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tingginya angka Tuberkulosis (TB) di masyarakat tidak hanya disebabkan oleh faktor
kesehatan, tetapi juga oleh stigma masyarakat terhadap penderita TB. Hal ini terjadi
karena stigma ini dapat menghambat penderita dalam mengakses fasilitas kesehatan,
memperlambat diagnosis, dan mengurangi efektivitas pengobatan. Kota Banda Aceh
memiliki prevalensi TB yang cukup tinggi, namun belum banyak bukti yang
menggambarkan tingkat stima masyarakat kota Banda Aceh terkait penderita TB.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat stigma masyarakat terhadap penderita TB
paru di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif
dengan desain cross-sectional, melibatkan 400 orang responden dewasa di Kota Banda
Aceh dengan teknik sampel purposive sampling. Data dikumpulkan dengan
menggunakan kuesioner Van Rie TB Stigma Scale (VTSS) dan dianalisis dengan uji
univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stigma masyarakat terhadap penderita
TB paru di Kota Banda Aceh berada pada kategori tinggi (84,3%), yang mengindikasikan
kurangnya informasi masyarakat terkait TB, pencegahan, dan pengobatannya. Oleh
karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya edukasi kesehatan dan program
peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi stigma, sehingga lebih lanjut dapat
meningkatkan upaya pencegahan dan pengobatan TB yang berkelanjutan

The high prevalence of tuberculosis (TB) in the community is not only linked to health factors but also due to community stigma towards TB patients. This occurs because this stigma can prevent people from accessing health facilities, delay diagnosis, and reduce the effectiveness of treatment. The city of Banda Aceh has a high prevalence of TB, but there is not much evidence that describes the level of stigma in the city of Banda Aceh regarding people with TB. This study aims to examine community stigma towards people with pulmonary TB in Banda Aceh City. This study used an exploratory, descriptive method with a cross-sectional design involving 400 adult respondents in Banda Aceh City with a purposive sampling technique. Data were collected using the Van Rie TB Stigma Scale (VTSS) questionnaire and analyzed with univariate tests. The results showed that community stigma towards people with pulmonary TB in Banda Aceh City was in the high category (84.3%), indicating a lack of community information related to TB, as well as its prevention and treatment. Therefore, this study recommends health education and community awareness programs to reduce stigma and improve further sustainable efforts on TB prevention and treatment

Citation



    SERVICES DESK