<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151733">
 <titleInfo>
  <title>MODEL KEARIFAN LOKAL DALAM MEDIASI KONFLIK TANURIAL:</title>
  <subTitle>KASUS ADAT TANDOK SEPAPAN DALAM MASYARAKAT ACEH TENGGARA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sunawardi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Model kearifan lokal dalam mediasi konflik tanurial khususnya melalui  adat Tandok Sepapan  masih relevan digunakan dalam masyarakat Alas di Aceh Tenggara. Pendekatan adat dalam memediasi konflik sangatlah penting sebagai alternatif penyelesaian sengketa, karena mampu mengakomodasi nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah lama ada. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah adaptasi dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal ke dalam konteks modern. Dinamika dan kompleksitas masalah yang muncul dalam masyarakat kontemporer serta ancaman terhadap keberlanjutan praktik mediasi ini memerlukan perhatian serius. Penelitian ini bertujuan  menganalisis model mediasi yang berbasis kearifan lokal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik tanurial di masyarakat Aceh Tenggara secara efektif dan harmonis. Jenis penelitian ini deskriptif melalui pendekatan kualitatatif yaitu menganalisa dan menyajikan data fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tenggara dan berhubungan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi, wawancara, dan telaah data dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dengan model interaktif terdiri dari empat tahap, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian (display) data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil temuan diketahui bahwa Model kearifan lokal &quot;Tandok Sepapan&quot; di Aceh Tenggara terbukti efektif sebagai alternatif solusi mediasi konflik tenurial. Proses mediasi yang sistematis dan partisipatif dimulai dengan pengajuan perkara, diikuti dengan investigasi oleh Pengulu dan tim, hingga tercapai penyelesaian yang adil. Keberhasilan model mediasi konflik dipengaruhi oleh legitimasi adat yang diakui negara, peran tokoh adat berpengalaman, dan kekuatan surat kesepakatan perdamaian. Selain itu, penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal tetap relevan dan efisien, mengutamakan rekonsiliasi dibandingkan proses formal di pengadilan&#13;
&#13;
Kata kunci: Adat Tandok Sepapan, Legitimasi Adat, Mediasi Konflik Tenurial, Masyarakat Alas, Model Kearifan Lokal&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151733</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-20 10:59:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-20 11:07:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>