PERBEDAAN KHM DAN KBM EKSTRAK RUMPUT LAUT (GRACILARIA VERRUCOSA) ASAL ACEH DAN KARAWANG TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (PADA BERBAGAI KONSENTRASI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBEDAAN KHM DAN KBM EKSTRAK RUMPUT LAUT (GRACILARIA VERRUCOSA) ASAL ACEH DAN KARAWANG TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (PADA BERBAGAI KONSENTRASI)


Pengarang

MIFTAHUL JANNAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fakhrurrazi - 197308292002121002 - Dosen Pembimbing I
Rachmi Fanani Hakim - 197705262008012012 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2113101010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Gigi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Enterococcus faecalis adalah bakteri yang paling sering ditemukan pada dinding saluran akar pasca perawatan saluran akar sehingga menyebabkan infeksi berulang. Gracilaria verrucosa merupakan salah satu alga merah yang tumbuh di perairan Kajhu, Aceh dan Karawang, Jawa Barat mempunyai kandungan saponin, steroid, dan flavonoid sebagai bahan antibakteri dan juga antioksidan. Pada penelitian ini, Gracilaria verrucosa asal Aceh dan Karawang diuji pada bakteri Enterococcus faecalis untuk mengetahui potensi antibakteri melalui hasil Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) serta diuji kekuatan aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi Gracilaria verrucosa asal Aceh dan Karawang menggunakan pelarut etil asetat yang kemudian dibuat dalam berbagai konsentrasi yaitu 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,562% dan diuji menggunakan metode dilusi untuk uji antibakteri serta dilakukan uji antioksidan dengan metode Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) dengan melihat nilai IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gracilaria verrucosa asal Aceh memiliki nilai KHM pada konsentrasi 1,562% dan nilai KBM pada konsentrasi 25% serta nilai IC50 sebesar 103,21 μg/mL, sedangkan Gracilaria verrucosa asal Karawang memiliki nilai KHM pada konsentrasi 1,562% dan nilai KBM pada konsentrasi 6,25% serta nilai IC50 sebesar 137,19 μg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa Gracilaria verrucosa terbukti memiliki kemampuan sebagai antibakteri pada pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis serta memiliki tingkat aktivitas antioksidan dalam kategori sedang dalam menangkal radikal bebas.

Enterococcus faecalis is one of the most common bacteria found on the root canal wall after root canal treatment, causing recurrent infections. Gracilaria verrucosa is one of the red algae that grows in the waters of Kajhu, Aceh and Karawang, West Java, which contains saponins, steroids, and flavonoids as antibacterial and antioxidant properties. In this study, Gracilaria verrucosa from Aceh and Karawang were tested on Enterococcus faecalis bacteria to determine the antibacterial potential through the results of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bacterial Concentration (MBC), as well as assessing its antioxidant activity in neutralizing free radicals.. The maceration method was used to extract Gracilaria verrucosa from Aceh and Karawang using ethyl acetate solvent which was then made in various concentrations, including 100%, 50%, 25%, 12.5%, 6.25%, 3.125%, 1.562% and the antibacterial test was conducted using the dilution method, while the antioxidant test was performed using the Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) method by measuring the IC50 value. The results of this study showed that Gracilaria verrucosa from Aceh has a MIC value at a concentration of 1.562% and a MBC value at a concentration of 25% also an IC50 value of 103.21 μg/mL, while Gracilaria verrucosa from Karawang has a MIC value at a concentration of 1.562% and a MBC value at a concentration of 6.25% also an IC50 value of 137.19 μg/mL. This study showed that Gracilaria verrucosa has been proven to have antibacterial properties against the growth of Enterococcus faecalis bacteria and exhibits moderate antioxidant activity in neutralizing free radicals.

Citation



    SERVICES DESK