<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151615">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KHM DAN KBM EKSTRAK RUMPUT LAUT (GRACILARIA VERRUCOSA) ASAL ACEH DAN KARAWANG TERHADAP PERTUMBUHAN ENTEROCOCCUS FAECALIS (PADA BERBAGAI KONSENTRASI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Enterococcus faecalis adalah bakteri yang paling sering ditemukan pada dinding saluran akar pasca perawatan saluran akar sehingga menyebabkan infeksi berulang. Gracilaria verrucosa merupakan salah satu alga merah yang tumbuh di perairan Kajhu, Aceh dan Karawang, Jawa Barat mempunyai kandungan saponin, steroid, dan flavonoid sebagai bahan antibakteri dan juga antioksidan. Pada penelitian ini, Gracilaria verrucosa asal Aceh dan Karawang diuji pada bakteri Enterococcus faecalis untuk mengetahui potensi antibakteri melalui hasil Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) serta diuji kekuatan aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas. Metode maserasi digunakan untuk mengekstraksi Gracilaria verrucosa asal Aceh dan Karawang menggunakan pelarut etil asetat yang kemudian dibuat dalam berbagai konsentrasi yaitu 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,562% dan diuji menggunakan metode dilusi untuk uji antibakteri serta dilakukan uji antioksidan dengan metode Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) dengan melihat nilai IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Gracilaria verrucosa asal Aceh memiliki nilai KHM pada konsentrasi 1,562% dan nilai KBM pada konsentrasi 25% serta nilai IC50 sebesar 103,21 μg/mL, sedangkan Gracilaria verrucosa asal Karawang memiliki nilai KHM pada konsentrasi 1,562% dan nilai KBM pada konsentrasi 6,25% serta nilai IC50 sebesar 137,19 μg/mL. Penelitian ini menunjukkan bahwa Gracilaria verrucosa terbukti memiliki kemampuan sebagai antibakteri pada pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis serta memiliki tingkat aktivitas antioksidan dalam kategori sedang dalam menangkal radikal bebas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151615</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-19 11:47:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-19 11:49:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>