<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151571">
 <titleInfo>
  <title>DISFEMISME DALAM BAHASA ALAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alvi Khairani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Alvi Khairani. (2025). Disfemisme dalam Bahasa Alas. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan: Subhayni, S.Pd., M.Pd. dan Maya Safhida, S.Pd., M.Pd.&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk disfemisme dalam bahasa Alas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Alas yang berada di Kabupaten Aceh Tenggara. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik simak, catat dan rekam. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan tiga bentuk disfemisme, yaitu disfemisme berbentuk kata, frasa, dan klausa. Disfemisme berbentuk kata, seperti pekak (bodoh), monol (jelek), mate (mampus), kaper (kafir), pebual (pembohong/pembual), dan wangkah (babi). Disfemisme berbentuk frasa, seperti bage wangkah (seperti babi), kalak gile (orang gila), awok mu (bapak kamu), bage mate penangko (seperti mata pencuri, bau kikik (bau ketiak), anak begu (anak setan), bage mengkale (seperti monyet), anak celake (anak celaka), jeme moke (orang kotor), kepeh mek me (kemaluan ibu kamu), bage biang (seperti anjing), mate jering (mata jengkol), bekhong ne (hitam sekali), tungkik ne (tuli sekali), bahu likung (bau tahi telinga), bekur me (pantat kamu), tembun ne (gendut sekali), pegatel ne (kecentilan sekali), lobe ne (rakus sekali), dan heh mengkale (hei monyet). Disfemisme berbentuk klausa, seperti kulinjik takalme nan kuinjak nanti kepalamu padel bage biang (bodoh seperti anjing), tong macik bage wangkah (masih jelek seperti babi), kupangkor kau (aku lempar kamu), mejare ne bage tiang (kurus sekali seperti tiang), dan mate kau (mampus kau). Disfemisme-disfemisme dalam bahasa Alas tersebut diucapkan dalam keadaan marah, canda, dan kebiasaan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Disfemisme, Kata, Frasa, Klausa, Bahasa Alas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151571</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-18 23:44:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-19 09:46:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>