<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151497">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN TRADITIONAL CONJOINT ANALYSIS DALAM MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DOSEN BERDASARKAN PERSEPSI MAHASISWA FMIPA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>VANNY ZAHARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Conjoint analysis merupakan salah satu metode analisis multivariat yang awalnya digunakan di bidang riset yang bertujuan untuk menguji persepsi atau preferensi seseorang dalam memandang suatu objek. Metode conjoint analysis yang digunakan jika memiliki maksimal 9 atribut yakni Traditional Conjoint Analysis. Metode ini terbilang cukup sederhana dikarenakan memiliki karakteristik dengan jumlah atribut yang tidak terlalu banyak, sehingga tidak menyulitkan responden dalam pemberian penilaian. Analisis ini berfokus pada penyusunan kuesioner berdasarkan atribut dan level dari penelitian yang dirancang menjadi stimuli. Atribut yang digunakan merupakan karakteristik dosen dan dikombinasikan berdasarkan level, sehingga membentuk stimuli. Karakteristik dosen merupakan ciri khas, kebiasaan, maupun kompetensi profesionalisme yang ditunjukkan oleh dosen saat proses perkuliahan. Keberagaman karakteristik dosen erat kaitannya dengan persepsi mahasiswa yang menjalin interaksi dengan dosen selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dosen yang paling diminati berdasarkan persepsi mahasiswa FMIPA USK, serta urutan atribut yang penting dalam mengidentifikasi persepsi mahasiswa terhadap karakteristik dosen berdasarkan nilai kepentingan relatif (NKR) menggunakan Traditional Conjoint Analysis. Data yang digunakan merupakan data hasil kuesioner yang diberikan kepada mahasiswa FMIPA USK angkatan 2020, 2021, dan 2022. Kuesioner terdiri dari 8 stimuli yang diperoleh dari kombinasi 4 atribut dengan 2 level pada setiap atribut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dosen yang paling diminati oleh mahasiswa FMIPA USK yaitu memiliki penguasaan materi yang aplikatif, fleksibel dalam berkomunikasi, dominan menggunakan whiteboard saat perkuliahan, serta dosen yang berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa. Berdasarkan NKR setiap atribut diperoleh karakteristik dosen berturut-turut dari yang paling penting adalah metode pembelajaran, interaksi, penguasaan materi, dan komunikasi.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Traditional Conjoint Analysis, Karakteristik Dosen, Persepsi Mahasiswa, Nilai Kepentingan Relatif.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-18 11:36:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-18 11:47:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>