PROBLEMATIKA PEMBINAAN UNIT KEGIATANRNMAHASISWA BULUTANGKIS UNIVERSITASRNSYIAH KUALA TAHUN 2024 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PROBLEMATIKA PEMBINAAN UNIT KEGIATANRNMAHASISWA BULUTANGKIS UNIVERSITASRNSYIAH KUALA TAHUN 2024


Pengarang

RIZKI RAHMADANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zulfikar - 196706301994031010 - Dosen Pembimbing I
Razali - 196510021992031001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2006104020046

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (S1) / PDDIKTI : 85201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rizki Rahmadana (2024). Problematika Pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa
Bulutangkis Universitas Syiah Kuala Tahun 2024. Skripsi, Universitas Syiah
Kuala. Dibawah bimbingan Dr. Zulfikar, S.Pd., M.Kes., dan Prof. Dr. Razali,
M.Pd.
Bulutangkis merupakan olahraga andalan Indonesia di kancah dunia yang terus
berkembang seiring berjalannya waktu. UKM sendiri merupan suatu wadah yang
disediakan untuk penyaluran bakat mahasiswa khususnya UKM bulutangkis.
namun menghadapi hal itu pembinaan yang dilakukan mendapatkan hambatan
yang harus di perhatikan seperti kedisiplinan, keterbatasan fasilitas, minimnya
dukungan pelatih, pengelolaan organisasi serta dukungan moral dan material.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembinaan unit kegiatan
mahasiswa bulutangkis Universitas Syiah Kuala tahun 2024 dan kendala yang
dihadapi dalam pembinaan UKM Bulutangkis Universitas Syiah Kuala Tahun
2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitiaan ini
pembina, pengurus dan atlet UKM Bulutangkis Universitas Syiah Kuala yang
berjumlah 7 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara. Teknik analisis data
yang dilakukan 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan Penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan UKM Bulutangkis USK menghadapi
masalah kedisiplinan anggota, frekuensi latihan terbatas, fasilitas kurang
memadai, dan keterbatasan dana. Pembinaan dilakukan melalui seleksi dan latihan
rutin, namun evaluasi dan pengelolaan administrasi belum optimal. Atlet
mengusulkan peningkatan kualitas SDM, porsi latihan, dan evaluasi rutin untuk
meningkatkan performa. Dukungan kampus sangat diperlukan untuk memperbaiki
fasilitas dan pendanaan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan problematika
pembinaan di UKM Bulutangkis Universitas Syiah Kuala meliputi rendahnya
kedisiplinan anggota dalam mengikuti latihan secara rutin, terbatasnya frekuensi
latihan yang hanya dilakukan dua kali seminggu, dan kurangnya fasilitas
pendukung seperti pencahayaan lapangan dan alat latihan yang memadai. Selain
itu, belum adanya sistem evaluasi yang terstruktur dan terbatasnya kompetisi
internal menjadi kendala dalam mengukur perkembangan atlet. Faktor eksternal,
seperti benturan jadwal kuliah dengan waktu latihan, juga menghambat partisipasi
anggota baru. Selain itu, kendala yang dihadapi antara lain adalah keterbatasan
anggaran untuk merekrut pelatih bersertifikat, sehingga pembinaan lebih
bergantung pada anggota senior. Fasilitas yang digunakan, seperti lapangan yang
berbagi dengan UKM lain, sering kali tidak memadai. Masalah lainnya termasuk
evaluasi program latihan yang belum sistematis, sehingga sulit untuk memastikan
efektivitas pembinaan, serta kesulitan dalam pengelolaan administrasi dan
keuangan akibat dana yang terbatas.
Kata Kunci: UKM Bulutangkis USK, Pembinaan Atlet, Problematika

Rizki Rahmadana (2024). Issues in the Development of the Badminton Student Activity Unit at Syiah Kuala University in 2024. Thesis, Syiah Kuala University. Under the supervision of Dr. Zulfikar, S.Pd., M.Kes., and Prof. Dr. Razali, M.Pd. Badminton is Indonesia's flagship sport on the world stage which continues to grow over time. UKM itself is a forum provided for channeling student talent, especially badminton UKM. but facing this, the coaching carried out gets obstacles that must be considered such as discipline, limited facilities, lack of coach support, organizational management and moral and material support. This study aims to determine the problematics of coaching badminton student activity units at Syiah Kuala University in 2024 and the obstacles faced in coaching Badminton UKM Syiah Kuala University in 2024. The approach used in this research is a qualitative approach with descriptive type. The subjects used in this research are coaches, administrators and athletes of Badminton UKM Syiah Kuala University totaling 7 people. Data collected through interviews. Data analysis techniques are carried out in 3 stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study stated that USK Badminton UKM faced problems of member discipline, limited training frequency, inadequate facilities, and limited funds. Coaching is done through selection and routine training, but evaluation and administrative management are not optimal. Athletes suggested improving the quality of human resources, training portions, and regular evaluations to improve performance. Campus support is needed to improve facilities and funding. The conclusion of this study shows that the problems of coaching in Badminton UKM Syiah Kuala University include the low discipline of members in attending training regularly, the limited frequency of training which is only done twice a week, and the lack of supporting facilities such as field lighting and adequate training tools. In addition, the absence of a structured evaluation system and limited internal competition are obstacles in measuring athlete development. External factors, such as the clash of college schedules with training time, also hinder the participation of new members. In addition, the constraints faced include limited budget to recruit certified coaches, so coaching is more dependent on senior members. The facilities used, such as fields shared with other SMEs, are often inadequate. Other issues include the unsystematic evaluation of training programs, making it difficult to ascertain the effectiveness of coaching, as well as difficulties in administrative and financial management due to limited funds. Keywords: UKM Badminton USK, Athlete Development, Issues

Citation



    SERVICES DESK