<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151469">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN HEMP OIL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA MENCIT (MUS MUSCULUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>JEFFRI SYAHWAL PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbagai usaha dalam mempersingkat waktu penyembuhan luka telah diteliti dengan berbagai cara. Hemp oil merupakan minyak yang diperoleh dari biji-bijian tanaman ganja yang mengandung Cannabidiol, Δ⁹-tetrahydrocannabinol, α-tocopherol, γ-tocopherol, linolenic acid, oleic acid, methyl salicylate dan α-linolenic serta γ-linolenic yang merupakan asam lemak omega 3 dan omega 6 yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian hemp oil terhadap proses penyembuhan luka terbuka secara makroskopis pada mencit (Mus musculus). Sebanyak 27 mencit  jantan yang sudah dewasa dan sehat serta berumur sekitar 3-4 bulan, yang dianastesi menggunakan ketamin dan xylazin secara intraperitonial, kemudian dibuat luka membentuk persegi dengan panjang dan lebar 2x2 cm dengan kedalaman ±0,1-0,2 cm hingga mencapai ketebalan kulit (subkutis) menggunakan pisau bedah dan kemudian dibagi menjadi 3 perlakuan yaitu mencit dengan perlakuan yang diberi larutan NaCl fisiologis sebagai kontrol negatif (KN), mencit dengan perlakuan yang diberikan kloramfenikol salep sebagai kontrol positif (KP) dan mencit dengan perlakuan yang diberikan hemp oil (PM). Pemberian perlakuan dilakukan setiap hari dengan cara mengoleskan pada permukaan luka. Laju penyembuhan luka diukur berdasarkan penurunan luas luka dan persentase penyembuhan luka yang dievaluasi pada hari ke-21 setelah perlakuan. Kemudian data dianalisis menggunakan uji ANAVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan, hasil menunjukkan bahwa pemberian hemp oil dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka yang lebih signifikan secara nyata dibandingkan dengan kontrol (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOUNDS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>617.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151469</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-18 08:36:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-18 14:24:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>