DAMPAK SISTEM PAJAKRNTERHADAP STABILITAS EKONOMI DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DAMPAK SISTEM PAJAKRNTERHADAP STABILITAS EKONOMI DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN


Pengarang

m. Razali djohan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

95120104

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Ekonomi., 1999

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengaraliss dampak sister pajak terhadap; stabilitas ekonomi dan distribusi pendapatan nasional Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder rangkaran waktu selama periode 1969 hingga 1997
Dalam hubungan dengan stabilitas ekonomi, model analisis yang digunaian adalah model Maltiplier dan indeks Stabilisasi Melekat serta model Keynes melalui pendekatan IS - LM. Untuk mengetahui tingkat ketimpangan distrbasi pendapatan nasional digunakan Kriteria Bank Dania. Sedangkan untuk, melihat pengaruh sistem pajak terhadap distribusi pendapatan nasioral digunakan kurva Lorenz.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Indeks Stabilisasi melekat sebesar
0,245 yang artinya bahwa fluktuasi pendapatan nasional yang tejadi dalam kurun
waktu 1969 hingga 1997 mampu diperlunak oleh koefisen pajak (t) sebesar 24.5%
Dengan menggunakan analisis IS - LM ternyata baik dalam sistem pajak tetap; (lump-sum) maupun dalam sistem pajak proporsional vaiabel G (pengeluaran
pemerintah) merupakan faktor penyebab terbesar temjadmnya fluktuasi pendapatan nasional dalam periode yang sama. Sedangkan dari sisi pasar uang variabel IRRI (suku bunga pinjaman) merupakan penyebab yang utama.
Berdasarkan kritena Bank Dunia ternyata tingkat ketimpangan distribusi perdapatan nasionai Indonesia tahun 1993 relatif rendah. Hal ini terbukti bahwa 40 % penduduk berpendapatan terendah memikmati 20.40% (lebih dani 17%) pendapatar nasional.
Dengan menggunakan kurva Lorenz bahwa pajak lump-sum akan menambah ketimpangan distribusi pendapatan. Sebaliknya pajak proporsional mampu memperkecil tingkat ketimpangan tersebut

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK