Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS NILAI EKONOMI PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI DAERAH PERKOTAAN: STUDI KASUS DI BANDA ACEH
Pengarang
Huldi Chamsi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1101101010093
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015
Bahasa
Indonesia
No Classification
330.9
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perkembangan wabah demam berdarah di wilayah perkotaan terutama di Kota Banda Aceh masih menjadi salah satu kasus penyumbang angka kematian di wilayah Sumatera. Bahkan WHO (World Health Organization) mencatat di Asia Tenggara merupakan kawasan yang memiliki angka kematian yang signifikan dalam kasus demam berdarah. Parahnya, Indonesia adalah negara dengan kasus DBD tertinggi, dengan angka perbandingan kasus sebanyak 38 orang per 100,000 penduduk. Studi kasus yang dilakukan di Kota Banda Aceh ini menganalisis pengaruh penyakit DBD dengan pendapatan yang diperoleh masyarakat Banda Aceh terhadap biaya ekonomi yang dikeluarkan guna mengobati penyakit DBD. Dengan menggunakan metode dekriptif kualitatif, penelitian ini mewawancarai 35 orang masyarakat Kota Banda Aceh yang pernah terserang penyakit demam berdarah selama periode 2014-2015. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima masyarakat Kota Banda Aceh masih lebih rendah dengan biaya ekonomi yang harus dikeluarkan guna mengobati apabila terjangkit wabah DBD. Nilai ekonomi yang harus dikeluarkan masyarakat Kota Banda Aceh rata-rata sebesar Rp 2,242,857 apabila terkena penyakit DBD sedangkan rata-rata pendapatan masyarakat Kota Banda Aceh yaitu sebesar Rp 1,958,000. Secara ekonomi dampak negatif penyakit demam berdarah adalah apabila pendapatan yang diperoleh lebih kecil daripada pengeluaran guna menyembuhkan penyakit DBD, maka proses keberlangsungan hidup sehari-hari akan terbebankan oleh penyakit DBD. Dengan demikian pemerintah Kota Banda Aceh harus memiliki kebijakan prioritas dalam anggaran kesehatan dan program promosi kesehatan guna menekan perkembangan wabah penyakit demam berdarah di Kota Banda Aceh.
Tidak Tersedia Deskripsi
DISTRIBUSI JUMLAH SEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DISTRIBUSI JUMLAH SEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Farriz Ade Rezky, 2018)
HUBUNGAN KADAR TROMBOSIT DAN KREATININ DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN ANAK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (INTAN MULIA, 2024)
GAMBARAN PENGETAHUAN KEPALA KELUARGA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DIGAMPONG KEURAMAT KOTA BANDA ACEH (Roni Riyadi, 2023)
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BAITURRAHMAN (Azka Muda Adri, 2016)
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT, KADAR HEMATOKRIT DAN DERAJAT KLINIS PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (Cut Mila Sari, 2015)