<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151363">
 <titleInfo>
  <title>KINERJA BRESING SIKU SISTEM RANGKA BRESING KONSENTRIK DENGAN VARIASI LUAS PENAMPANG TERHADAP RANDOM VARIABLE AMPLITUDE LOADING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAIRIAN FAHLUZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beban gempa yang mengenai struktur bangunan dapat mengakibatkan deformasi horizontal yang besar dan berakibat pada kerusakan maupun kegagalan. Salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi deformasi tersebut adalah dengan menerapkan sistem struktur tahan gempa, salah satunya adalah Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK). SRBK memiliki kekakuan yang baik dalam mengurangi kerusakan akibat gempa, pada SRBK terdapat bresing yang dipasang secara diagonal. Bresing berperan sebagai disipator energi, dimana bresing akan lebih dulu mengalami kegagalan untuk mencegah kerusakan pada komponen SRBK yang lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati kinerja bresing dengan luas penampang yang bervariasi ketika diberikan riwayat Random Variable Amplitude Loading (RVAL). Dilakukannya variasi luas penampang pada bresing, bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh luas penampang dalam menahan beban lateral gempa ketika diberikan peningkatan dan penurunan amplitudo seperti terdapat pada RVAL. RVAL merupakan riwayat pembebanan dengan amplitudo perpindahan yang acak dan mencerminkan bentuk beban gempa yang sebenarnya. Sehingga bresing yang dikenai RVAL dapat dikatakan telah menerima beban gempa seperti pada kondisi yang sesunguhnya. Penelitian ini dilakukan malalui analisis simulasi yang dilakukan dengan bantuan Software Abaqus v.6.14, dari hasil simulasi yang dilakukan semakin besar luas penampang maka kinerja yang dihasilkan juga lebih besar (dengan panjang yang sama yaitu 1200 mm). Kinerja bresing terlihat ketika amplitudo pembebanan diberikan peningkatan dan penurunan. Saat amplituo perpindahan ditingkatkan rasio kekuatan meningkat dengan tren pangkat dengan beberapa titik yang meleset (nilai rasio tertinggi 15,2), nilai rasio kekakuan menurun dengan tren pangkat, dan rasio energi disipasi meningkat secara eksponensial. Ketika amplitudo perpindahan diturunkan rasio kekuatan menurun dengan tren polynomial dengan beberapa titik yang meleset (nilai rasio terendah 0,065), nilai rasio kekakuan menurun dengan tren logaritmik, dan energi disipasi meningkat secara eksponensial. Mode deformasi yang terjadi pada benda uji ada yang mengalami tekuk lokal dan tekuk lentur (bresing tunggal) dan tekuk lentur satu arah (bresing ganda).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-17 11:19:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-17 12:02:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>