PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH DAN KAPASITAS KERJA TRAKTOR AKIBAT LINTASAN BAJAK SINGKAL PADA BERBAGAI KADAR AIR TANAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH DAN KAPASITAS KERJA TRAKTOR AKIBAT LINTASAN BAJAK SINGKAL PADA BERBAGAI KADAR AIR TANAH


Pengarang

Yuswar Yunus - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

995201027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : prog. studi magister pertanian., 2001

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

YUSWAR YUNUS. Perubahan Beberapa Sifat Fisik Tanah dan Kapasitas Kerja Trakto Akibat Lintasan Bajak Singkal Pada Berbagai Kadar Air Tanah, (di bawah bimbingan Syahrul sebagai ketua dan Syamaun A. Ali sebagai anggota)
Perkembangan tanah selalu mengalami perubahan sifat-sifat fisik dan mekanik. baik secara alami atau akibat kegiatan manusia. Di bidang pertanian, pengolahan tanah dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman melalui perbaikan drainase, kerapatan tindak dan porositas tanah.
Tujuan penelitian adalah untuk mengamati perubahan beberapa sifat fisik tanah dan kapasitas kerja traktor akibat lintasan bajak singkal pada berbagai kadar air tanah.
Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPT) Banda Aceh dan Laboratorium Fisika Tanah Lingkungan dan Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Band Aceh dan berlangsung dari bulan Juni 2001 sampai dengan bulan Juli 2001.
Areal yang digunakan selama penelitian meliputi 9 petakan lahan yang masing-masing petak berckuran 20 m x 8 m, 3 petakan dalam kondisi kering. ) petakan dalam kondisi lembab, dan 3 petakan lagi dalam kondisi basah .
Tanah sebelum diberi perlakuan lintasan, secara umum memperlihatkan tingkat kepadtan tanah yang berbeda ada kondisi kering. lembab dan jenuh Berdasarkan perbandingan liat, debu dan pasir tanah tersebut bertekstur liat sesuai sistem USDA dan mempunyai karakteristik akan mengkerut bila kering dan mengembang bila basah. Tekstur liat merupakan tekstur yang memiliki kemampuan menahan air dan menyediakan unsur hara yang tinggi
Peningkatan nilai tahanan penetrasi akibat lintasan bajak pada lapisan top soil terbesar terjadi pada keadaan tanah kering, sedangkan pada lapisan sub soil nilai rata­ rata terbesar terjadi pada keudaan tanah lembab Hal ini disebabkan karena tidak adanya pengaruh lintasan terhadap tanah lapisan sub soil serta kondisi drainase jelek.
Dari hasil analisis grafik kerapatan tindak lapisan top soil traktor roda 4 dan roda 2 terlihat bahwa pengaruh lintasan dapat meningkatkan nilai kerapatan lindak seiring dengan bertambahnya jumlah lintasan, sebaliknya pengaruh lintasan dapat menurunkan nilat porositas total dengan bertambah jumlah lintasan.
Secara umum nilai nori drainase cepat dari lintasan yang paling kecil ke lintasan yang lebih besar terjadi penurunan, hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah lintasan, maka semakin padatnya isi tanah, mengakibatkan ruang pori semakin kecil. Nilai pori drainase lambat pada traktor roda 4 meningkat terus hingga intasan yang ke kali dan terjadi penurunan kembali pada lintasan yang ke Skali. hal ini terjadi akibat tekstur tanah tersebut adalah berliat, sehingga kurang berpengaruh terhadap jumlah lintasan traktor, pada traktor roda 2 nilai pori drainase lambat yaug terbesar pada lintasan I kali dan turun kembali pada lintasan kali dan 5kali, ha! ini disebabkan oleh terjadinya deformasi pada lintasan yang ke kali dan 5 kali serta drainase tanah tersebut cukup jelek.
Pada traktor roda empat, keadaan tanah kering mempunyai kapasitas kerja teoritis sebesar 0,056 Ha/jam, demikian juga yang terjadi pada traktor roda dua Kapasitas Kerja Teoritis adalah 0,029 Ha/jam. Ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat kadar air tanah, maka semakin rendah kapasitas kerja teoritis yang dihasilk.an Hal tersebut sebagai akibat dimana pada setiap proses pengolahan tanah berdampak kepada terputusnya sistem kapiler dalam tanah, sehingga dapat menurunkan laju penguapan air di bawah permukaan tanah, terutama pada tanah-tanah yang diolah secara dangkal. Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap tenaga pengolahan tanah, dimana menjelang musim kering kandungan air akan semakin menurun dan dalam keadaan ini tahanan tanah akan meningkat sehingga mengurangi daya penetrasi alat pengolahan tanah untuk menembus lapisan tanah serta memperbesar tenaga uauk menarik alat

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK