Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS PRODUKSI, EFISIENSI DAN PENDAPATAN USAHATANI DI PROPINSI SUMATERA SELATAN
Pengarang
M Ikman Goring - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
95120103
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Magister Sains., 1998
Bahasa
Indonesia
No Classification
338.13
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sektor pertanian masih berperan penting bagi perekonomian Indonesia dan pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya peningkatan tarap hidup petani dan distribusi pendapatan. Sampai akhir PP II sektor ini diperkirakan masih merupakan penyedia kesempatan kerja terbesar.
Indonesia memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan produksi sektor pertanian. Salah satu konsep yang dikembangkan untuk tujuan tersebut adalah Nucleus Estate and Smallholders (NES), yang kemudian diistilahkan dengan PIR. Penerapan konsep ini dimulai sejak Pelita III, dan dijadikan euatu model hubungan produksi ideal untuk mengembangkan seluruh sektor pertanian, Pola PIR terus berkembang dengan berbagai istilah, salah satunya adalah Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI)
Walaupun berbagai upaya telah dilakukan tetapi tidak berarti berbagai masalah yang ada di sektor pertanian telah selesai, karena beberapa persoalan pokok dalam upaya mengangkat kesejaht eraan petani masih belum terwujud. Dalam kasus perkebunan tebu dan industri gula realisasi program TRf memang berhasil meningkatkan produksi tebu, tetapi menurut para pengamat peningkatan ini bukan karena naiknya produktivitas per hektar lahan melainkan disebabkan oleh kenaikan luas areal. Disamping itu, pertimbangan efisiensi usaha juga sering diabaikan.
Dalam tesis ini penulis melakukan analisis produksi, efisiensi dan pendapatan usahatani, Objek penelitian yang dipilih adalah usahatami tebu program TRI dan usahatani padi di propinsi Sumatera Selatan.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa produksi tebu yang mampu dicapai pada tebang I, 2 dan 3 masing-masing sebanyak 44 ton, 49,30 ton dan 46,93 ton, dan untuk produksi padi adalah 978,97 kg desa Senuro dan 2.537,4 kg desa Tugu Mulyo. Analisis efisiensi membuktikan bahwa usahatani tebu lebih efisien secara teknis dibandingkan usahatani padi. kRata rata pendapatan usaha per tahun adalah Rp, 355.305 untuk usahatani tebu, p. 74 4.140 dan Rp. 172.195 untuk masing masing usahatani padi desa Tugu Mulyo serta desa Senuro,
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP PETANI PEREMPUAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Desi Ade Trya, 2017)
ANALISIS PENDAPATAN PEMILIK LAHAN AKIBAT DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE PERUMAHAN (STUDI KASUS: KECAMATAN INGIN JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR) (M. MULZIA TUDDIN, 2018)
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR (CITRA ADMELIA, 2015)
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENDAPATAN USAHA DAGANG KIOS SAPRODI DI SEPUTAR KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR (Muhammad Teguh Aulia, 2016)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MIGRASI TENAGA KERJA DARI SEKTOR PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (FEISAL AKBAR, 2018)