<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151327">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PRODUKSI,  EFISIENSI  DAN PENDAPATAN USAHATANI DI PROPINSI SUMATERA SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M Ikman Goring</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Magister Sains</publisher>
   <dateIssued>1998</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sektor      pertanian      masih     berperan      penting      bagi perekonomian   Indonesia   dan  pengembangan ekonomi  masyarakat, khususnya   peningkatan   tarap    hidup   petani    dan   distribusi pendapatan.  Sampai akhir  PP  II  sektor  ini diperkirakan masih  merupakan penyedia  kesempatan kerja  terbesar.&#13;
          Indonesia   memiliki potensi  yang besar  untuk meningkatkan produksi     sektor     pertanian.     Salah    satu      konsep    yang dikembangkan  untuk tujuan tersebut   adalah Nucleus   Estate  and Smallholders     (NES),     yang  kemudian diistilahkan   dengan   PIR. Penerapan konsep ini  dimulai sejak  Pelita   III,     dan  dijadikan euatu   model  hubungan  produksi    ideal    untuk   mengembangkan seluruh sektor   pertanian,  Pola  PIR   terus  berkembang   dengan berbagai     istilah,      salah     satunya    adalah    Tebu     Rakyat Intensifikasi  (TRI)&#13;
          Walaupun berbagai  upaya  telah   dilakukan tetapi   tidak berarti   berbagai  masalah yang  ada  di  sektor  pertanian  telah selesai,     karena     beberapa     persoalan     pokok    dalam   upaya mengangkat kesejaht eraan  petani   masih belum terwujud.  Dalam kasus perkebunan tebu  dan industri gula realisasi  program TRf memang   berhasil   meningkatkan produksi   tebu,   tetapi  menurut para     pengamat    peningkatan     ini     bukan    karena     naiknya produktivitas   per   hektar   lahan   melainkan disebabkan   oleh kenaikan luas   areal.   Disamping itu,    pertimbangan  efisiensi usaha  juga  sering  diabaikan.&#13;
          Dalam   tesis   ini  penulis  melakukan analisis   produksi, efisiensi    dan  pendapatan  usahatani,  Objek  penelitian   yang dipilih  adalah  usahatami tebu  program TRI   dan  usahatani   padi di propinsi  Sumatera  Selatan.&#13;
          Dari   hasil  penelitian diketahui bahwa   produksi tebu  yang   mampu   dicapai   pada  tebang  I,  2   dan  3   masing-masing  sebanyak  44    ton,   49,30 ton   dan   46,93     ton,   dan  untuk  produksi   padi adalah   978,97 kg   desa   Senuro  dan  2.537,4 kg  desa  Tugu    Mulyo. Analisis   efisiensi    membuktikan bahwa usahatani   tebu   lebih efisien  secara   teknis  dibandingkan usahatani     padi.    kRata­ rata   pendapatan  usaha  per    tahun   adalah   Rp,     355.305   untuk usahatani  tebu,   p.  74 4.140   dan  Rp.     172.195 untuk   masing­ masing usahatani padi  desa  Tugu  Mulyo serta  desa Senuro,&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INCOME - AGRICULTURAL INDUSTRIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.13</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-17 10:14:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-17 11:01:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>