<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151297">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL PADA ATLET BODY CONTACT DAN NON-BODY CONTACT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIFA NABILA RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Mental toughness adalah kondisi psikologis yang melekat atau dikembangkan dalam diri individu, memungkinkan individu secara konsisten mengatasi tantangan dalam konteks olahraga, termasuk kompetisi, latihan, dan gaya hidup. Atlet yang terlibat dalam olahraga body contact dan non-body contact menunjukkan perbedaan dalam pengalaman kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan mental toughness antara atlet body contact dan nonbody contact. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, dengan melibatkan 150 atlet yang terdiri dari 75 atlet body contact dan 75 atlet non-body contact yang terdaftar resmi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh. Data dikumpulkan menggunakan Sports Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) untuk mengukur perbedaan mental toughness antara kedua kelompok tersebut. Independent Samples t-test digunakan untuk menganalisis data penelitian, dimana hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam mental toughness secara keseluruhan (p = 0,070; p &gt; 0,05). Namun, analisis terhadap tiga dimensi menunjukkan bahwa keyakinan (confidence) tidak berbeda secara signifikan (p = 0,785; p &gt; 0,05), sedangkan terdapat perbedaan signifikan dalam ketekunan (constancy) (p = 0,039; p &lt; 0,05) dan kontrol diri (control) (p = 0,000; p &lt; 0,05), di mana atlet body contact memiliki skor lebih tinggi pada kedua dimensi tersebut. Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun mental toughness secara keseluruhan tidak berbeda, atlet body contact cenderung memiliki ketekunan dan kontrol diri yang lebih tinggi dibandingkan atlet non-body contact.&#13;
Kata kunci: Mental Toughness, Body Contact, Non-body contact, Atlet</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151297</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-14 15:43:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-17 08:21:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>