EMBRIOGENESIS DAN INKUBASI TELUR IKAN PERES (OSTEOCHILUS KAPPENI) DENGAN SUHU YANG BERBEDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EMBRIOGENESIS DAN INKUBASI TELUR IKAN PERES (OSTEOCHILUS KAPPENI) DENGAN SUHU YANG BERBEDA


Pengarang

Yulia Ningsih - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1111102010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan suhu terhadap, daya tetas telur, waktu penetasan, waktu laju penyerapan kuning telur, abnormalitas larva dan kelangsungan hidup ikan peres (Osteochilus kappeni). Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah pada Maret hingga April 2015. Analisis statistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Sampel yang digunakan adalah telur ikan peres yang telah terbuahi, setiap wadah perlakuan terdapat 30 butir telur. Perlakuan yang dilakukan meliputi perlakuan suhu Ruangan, 24?C, 26?C, 28?C dan 30?C. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan perbedaan suhu berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur, abnormalitas larva dan kelansungan hidup ikan peres sedangakan tidak berpengaruh nyata terhadap waktu penetasan dan waktu laju penyerapan kuning telur pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan daya tetas telur tertinggi terdapat pada perlakuan suhu 26?C sebesar 94,44% dan persentase terendah terdapat pada perlakuan suhu 30?C sebesar 30%. Waktu penetasan dan waktu laju penyerapan kuning telur paling cepat terdapat pada perlakuan 30?C dan paling lama pada perlakuan 20?C. Persentase abnormalitas larva tertinggi terdapat pada perlakuan suhu 30?C sebesar 63,70% dan yang terendah terdapat pada perlakuan suhu Ruangan, 24 dan 26?C. Persentase kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan suhu 26?C sebesar 94,44% dan yang terendah terdapat pada perlakuan suhu 30?C sebesar 41,66%. Secara umum dapat dilaporkan bahwa perlakuan suhu terbaik untuk penetasan telur dan untuk mengurangi tingkat abnormalitas larva ikan peres adalah pada suhu 26?C.
Kata kunci : embriogenesis, kuning telur, suhu, Osteochilus kappeni.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK