<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151175">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI  SMA NEGERI  1 SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>prog. studi magister pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mempunyai tujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Berhasil tidaknya tergantung pada guru, karena komponen yang menentukan keberhasilan suatu program pembelajaran  adalah guru.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian lima orang guru matematika. Teknik pengumpulan data yaitu (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) studi dokumentasi. Proses penerapan KBK dalam pembelajaran matematika belum mencapai  tingkat ideal  karena guru belum memahami  secara keseluruhan tentang KBK,  sehingga  banyak  guru  tidak  membuat  persiapan  mengajar.  Kendala  guru dalam menerapkan konsep KBK adalah (1) membuat persiapan pembelajaran, (2) menyusun skenario pembelajaran, (3) memilih metode yang tepat, (4) melaksanakan evaluasi, dan (5) memberikan pengayaan karena kemampuan siswa yang beragam. Kendala tersebut mengakibatkan penerapan KBK dalam pembelajaran matematika tidak  bisa  terlaksana  secara  optimal.  Kondisi   ini  juga   disebabkan  rendahnya motivasi  siswa  untuk belajar  matematika  dan tidak  memiliki  pengetahuan  dasar matematika bahkan ada yang sangat lemah dalam operasi matematika. Berdasarkan penjelasan  di  atas,  maka  alangkah  baiknya jika   kewenangan  untuk  menyusun rancangan,  mengembangkan  serta menetapkan suatu kurikulum  pendidikan dapat melibatkan berbagai pihak, termasuk guru dan akademisi.&#13;
&#13;
Kata Kunci  :    Kurikulum,  Pembelajaran Matematika&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CURRICULUM DEVELOPMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MATHEMATICS - STUDY AND TEACHING</topic>
 </subject>
 <classification>375.001</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151175</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 14:44:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-14 11:08:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>