<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151165">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MICROSLEEP AKIBAT KEMUDAHAN TERTIDUR DAN RASA BOSAN SAAT MENGEMUDI RN(STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PENGEMUDI YANG PERNAH MELINTASI RUTE BANDA ACEH - MEDAN)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faiza Mauladea</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengemudi merupakan aktivitas yang krusial dalam kehidupan sehari-hari dan &#13;
memerlukan konsentrasi tinggi untuk menjaga keselamatan di jalan raya. Salah satu &#13;
faktor penyebab kecelakaan lalu lintas adalah fenomena microsleep, yakni tidur &#13;
singkat yang terjadi tanpa disadari dan dapat mengganggu kewaspadaan &#13;
pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara &#13;
kemudahan tertidur dan rasa bosan dengan kejadian microsleep di kalangan &#13;
pengemudi di Provinsi Aceh. Di Indonesia, terutama di Aceh, angka kecelakaan &#13;
lalu lintas cukup tinggi, menyoroti pentingnya penelitian ini. Data diperoleh melalui &#13;
kuesioner yang disebarkan kepada 310 pengemudi yang pernah melintasi rute &#13;
Banda Aceh - Medan, baik yang menggunakan jalan tol maupun tidak. Metode &#13;
Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menguji hubungan antara &#13;
variabel laten eksogen (tingkat kebosanan dan kantuk) dan variabel laten endogen &#13;
(frekuensi microsleep). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebosanan, kantuk, &#13;
dan microsleep dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, usia, waktu berkendara, dan &#13;
jenis rute. Pengemudi laki-laki lebih cenderung merasa bosan, sementara &#13;
perempuan lebih sering mengantuk. Kebosanan dan kantuk tertinggi terjadi pada &#13;
tengah malam/dini hari. Microsleep paling sering terjadi pada pengemudi yang &#13;
melewati jalan tol. Secara keseluruhan, kebosanan, kantuk, dan microsleep lebih &#13;
sering terjadi pada malam hingga dini hari, dengan pengemudi jalan tol berisiko &#13;
lebih tinggi. Boredom Proneness (BP) memiliki pengaruh positif yang signifikan &#13;
terhadap Epworth Sleepiness Scale (ESS) dengan estimasi 0,329, BP juga &#13;
berpengaruh positif terhadap Microsleep (MS) dengan estimasi 0,242, dan ESS juga &#13;
berpengaruh positif terhadap MS dengan koefisien 0,191.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151165</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 14:26:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 14:36:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>