<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151149">
 <titleInfo>
  <title>TANGGUNG JAWAB   PELAKSANA   KONSTRUKSI  TERHADAP PROYEK PEMERINTAH (STUDI  KASUS PROYEK  PEMBANGUNAN  DERMAGA  PENYEBERANGAN FERRY  ULEE LHEUE DAN RUANG  KELAS BARU MTSN  11   BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Kurniasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Hukum</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam  pelaksanaan  peeriaan  konstruksi dituntut  adanya  tanggung  jawab profesional   dari   pelaksana    konstruksi.   Mengenai   tanggung   jawab   pelaksana konstruk si ditegaskan  dalam  Undang-Unang Nomor  18 Tahun  1999 tentang  Jasa Konstruksi  Pasal  11  yang  menyebutkan    bahwa  wujud tanggung  jawab tersebut adalah  dalam  bentuk  mekanisme   penjaminan  dan  sanksi  administratif.  Dalam&#13;
kenyataan  sering  terjadi  keterlambatan  penyelesaian  hasil  pekerjaan  konstruksi.&#13;
&#13;
Hal ini berarti adanya kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. Kegagalan  penyelenggaraan pekerjaan  konstruksi dapat terjadi karena faktorforce majeure dan wanprestasi. Contoh keterlambatan penyelesaian hasil pekerjaan konstruksi  adalah   Proyek   Pembangunan   Dermaga Penyeberangan   Ferry  Ulee Lheue  Banda Aceh  yang dikerjakan  oleh PT Pembangunan  Perumahan  (Persero)&#13;
dan PT Flamboyant Huma  Arta (KSO) serta  Proyek Pembangunan Ruang  Kelas&#13;
Baru (RKB) MTsN  II Banda Aceh yang dikerjakan oleh CV Eka Mulia.&#13;
&#13;
Penulisan tesis ini bertujuan untuk menjelaskan wujud tanggung jawab pelaksana   konstruksi   dalam   praktek   agar   pengguna  jasa  dapat   memperoleh jaminan  kepastian  hukum  dalam  pclaksanaan  kontrak  kerja  konstruksi,  kendala yang dihadapi sehubungan  dengan pelaksanaan kontrak kerja konstruksi. cara mengatasi kendala yang terjadi sehubungan  dengan pelaksanaan  kontrak kerja konstruksi,   dan   akibat   hukumnya   jika   dalam      pelaksanaan    kontrak   kerja konstruksi  pelaksana  konstruksi  gagal  melaksanakan  pekerjaan   sesuai  dengan rencana yang disepakati.&#13;
Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan menggunakan metode pendekatan juridis normatif dan juridis empiris.  Dengan deskriptif-analitis dimaksudkan   bahwa   melalui   penelitian    ini   akan   dapat   dijelaskan    secara menyeluruh dan sistematis tentang tanggung jawab pelaksana konstruksi  terutama setelah   berlakunya    Undang-Undang  Nomor   18   Tahun   1999   tentang   Jasa Konstruksi. Sejalan dengan metode pendekatan yang digunakan   maka deskripsi mengenai tanggung jawab pelaksana pekerjaan  konstruksi   meliputi pembahasan dari  segi juridis normatif dan juridis empiris, yaitu praktek penerapannya dalam pelaksanaan  kontrak kerja konstruksi.&#13;
Dari  hasil penelitian diketahui bahwa:&#13;
&#13;
1.   Tanggung jawab   pelaksana  konstruksi  dalarn   praktek  diwujudkan  melalui mekanisme penjaminan, yaitu jaminan pelaksan aan dan sanksi administratif.&#13;
2.   Kendala-kendala yang dihadapi sehubungan dengan pelaksanaan kontrak kerja konstruksi adalah pasang purnama dan kondisi keamanaan di Aceh yang tidak kondusif.&#13;
3.   Cara mengatasi  kendala adalah dengan menambahjam  kerja dan peralatan.&#13;
&#13;
4.   Akibat  hukumnya adalah  perpanjngan jangka waktu pelaksanaan  pekerjaan konstruksi, sedangkan sanksi  administratif tidak dikenakan terhadap pelaksana konstruksi  karena keterlambatan tersebut tidak disengaja.&#13;
Disarankan kepada pelaksana konstruksi agar secara bersungguh-sungguh mewujudkan tanggung jawab  profesional melalui mekanisme penjaminan, menyelesaikan  pekerjaan konstruksi tepat pada waktu yang telah disepakati, dan disarankan kepada asosiasi pelaksana konstruksi agar memberikan  tindakan tegas kepada pelaksana konstruksi anggota asosiasi yang terlambat menyelesaikan pekerjaan konstruksi.&#13;
&#13;
Kata kunci:          - tanggung jawab&#13;
-  proyek pemerintah&#13;
-  undang-undang nomor  18  tahun  1999 tentang Jasa Konstruksi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERMENT LIABILITY - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WHALING SHIPS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>342.088</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151149</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 14:14:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 10:01:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>