<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="151079">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR) SEBAGAI PENGENDALIAN TUNGAU SARCOPTES SCABIEI PADA KUCING SECARA IN VIVO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NURDIYAN EVLANTY SIAGIAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KECOMBRANG &#13;
(Etlingera elatior) SEBAGAI PENGENDALIAN TUNGAU &#13;
Sarcoptes scabiei PADA KUCING SECARA IN VIVO &#13;
ABSTRAK &#13;
Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan ektoparasit tungau spesies Sarcoptes &#13;
scabiei. Pengendalian kasus scabies pada kucing saat ini umumnya menggunakan insektisida &#13;
sintetis, beberapa kendala dari penggunaan insektisida yaitu kandungan yang kurang ramah &#13;
terhadap lingkungan, menimbulkan residu, keracunan, penggunaan yang tidak terkontrol dapat &#13;
menyebabkan resistensi, serta harga yang realtif mahal. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas &#13;
ekstrak daun kecombrang (Etlingera elatior) dalam mengendalikan tungau (Sarcoptes scabiei) &#13;
secara in vivo dengan menggunakan konsentrasi 10% dengan memanfaatkan ekstrak daun &#13;
kecombrang sebagai alternatif penggunaan insektisida alami. Metode penelitian yang digunakan &#13;
yaitu metode eksperimental yang terdiri dari 2 kelompok perlakuan dan 4 kali pengulangan selama &#13;
9 hari. Analisis data uji Independent Sample t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan &#13;
perubahan yang signifikan (P &gt; 0.05) antara kedua kelompok perlakuan, hal ini menunjukkan &#13;
Ekstrak Daun Kecombrang 10% dan Insektisida Sintetis (Ivermectin) memiliki pengaruh yang &#13;
hampir sama dalam mengurangi ukuran luka keropeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
ekstrak daun kecombrang efektif sebagai insektisida alami dilihat dari berkurangnya ukuran luka &#13;
panjang dan lebar keropeng yang diakibatkan tungau Sarcoptes scabiei. &#13;
Kata kunci: Etlingera elatior, Insektisida alami, Scabiei, Tungau Sarcoptes scabiei</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SKIN DISEASES - ANIMALS - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 65</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>151079</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-12 22:46:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-13 09:45:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>