<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15101">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN KECERDASAN EMOSI PADA ANAK DENGAN IBU BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecerdasan   emosi   merupakan   kemampuan   untuk   dapat   mengenali perasaan   diri   sendiri   dan   perasaan   orang   lain,   serta   kemampuan memotivasi diri, berempati dan membangun hubungan dengan orang lain. Kecerdasan emosi merupakan faktor terpenting dalam proses pengembangan kematangan sosial dan pembentukan anak di masa mendatang, keluarga merupakan fungsi terpenting dalam membantu pembentukan kecerdasan emosi anak. Orang tua khususnya ibu merupakan pengawas serta pendidik yang memegang peranan penting dalam memengaruhi proses perkembangan anak, kelekatan seorang anak dengan ibu sangat mempengaruhi anak tersebut berkembang, dalam hal ini dijelaskan bahwa hubungan komunikasi yang baik antara anak dan ibu akan membantu anak tumbuh secara baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosi pada anak dengan ibu bekerja dan tidak bekerja. Sampel pada penelitian ini berjumlah 140 orang, terdiri dari 70 anak dengan ibu bekerja dan 70 anak dengan ibu tidak bekerja dengan usia 10 hingga 11 tahun dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 77 anak dan perempuan 63 anak. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini merupakan Skala kecerdasan emosi yang disusun berdasarkan pada teori yang dikemukakan oleh Goleman (2000). Hasil analisis data menggunakan teknik Mann- Whitney test yang menunjukkan signifikansi komparasi sebesar 0,696 (p &gt; 0,05). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecerdasan emosi antara anak dengan ibu bekerja dan anak ibu tidak bekerja.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci : Kecerdasan Emosi, Anak Ibu Bekerja, Anak Ibu Tidak&#13;
Bekerja</note>
 <subject authority="">
  <topic>EMOTIONS  - CHILDRENS</topic>
 </subject>
 <classification>155.412 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>15101</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-23 09:49:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-24 10:57:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>