<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150991">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIDAK SELESAINYA PEKERJAAN KONSTRUKSI GEDUNG DENGAN METODE SHORT INTERVAL PLANNING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Samsul Bahri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi gedung umumnya selalu menimbulkan akibat yang merugikan, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Salah  satu dampak keterlambatan adalah kontlik dan perdebatan tentang apa dan siapa  Yang menjadi penyebab, juga tuntutan waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi tidak selesainya pekerjaan  konstruksi gedung sekolah pada Proyek Otsus Dinas Pendidikan Kabupaten  Bireuen Tahun Anggaran 2010, Penelitian menggunakan metode Short Interval  Planning setiap I minggu selama I bulan dengan melakukan pengamatan  langsung pada lokasi pekerjaan. Perhitungan Percentage  Plan Complete (PPC)  dan alasan tidak selesainya pekerjaan dilakukan pada saat tahap monitoring  Frekuensi faktor tidak selesainya pekerjaan dianalisa dengan cara menghitung  jumlah faktor yang muncul dari setiap pekerjaan, untuk mengetahui faktor  keterlambatan apa yang paling dominan dalam pelaksanaan pekerjaan. Dari hasil  penelitian diketahui bahwa hanya sebesar 12,5% planning yang dibuat dalam  Short Interval Planning mencapai realisasi pekerjaan sebesar  100%.  Penyebab terbesar tidak selesainya pekerjaan disebabkan oleh faktor pekerja atau tenaga kerja dari kontraktor pelaksana itu sendiri. Pekerja yang tidak berkualitas atau pekerja yang tidak sesuai dengan jumlah  kualifikasi yang direncanakan menjadi penyebab  dan  tidak  selesainya pekerjaan. Sebagian besar penyebab  terlambatnya pekerjaan sebagai akibat tidak selesainya pekerjaan dikarenakan  faktor akibat dari kontraktor pelaksana itu sendiri (Non Excusable Delay)  Kata kunci: tidak selesainya pekerjaan, konstruksi gedung, short interval  planning    &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150991</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-12 12:04:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-12 12:04:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>