<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150949">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF TYPES AND FUNCTIONS OF IMPERATIVE SENTENCES IN THE IRISHMAN MOVIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NANDA REZEKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan kalimat imperatif dalam film The Irishman, dengan fokus pada jenis dan fungsinya. Bahasa merupakan sarana komunikasi yang sistematis, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa global yang digunakan di berbagai bidang. Kalimat imperatif, yang digunakan untuk memberikan perintah, permintaan, atau larangan, memainkan peran penting dalam interaksi sehari-hari dan dialog dalam film. Penelitian ini menganalisis berbagai jenis kalimat imperatif berdasarkan teori Nadar serta fungsinya menggunakan teori Downing.&#13;
Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini meneliti dialog dalam film untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan kalimat imperatif. Analisis menunjukkan bahwa kalimat imperatif tanpa subjek merupakan yang paling dominan, mencakup 34,48% dari keseluruhan kasus, diikuti oleh kalimat imperatif dengan subjek (31,03%), kalimat yang diawali dengan &quot;let&quot; (13,79%), dan kalimat imperatif negatif (20,69%). Menariknya, tidak ditemukan kalimat imperatif persuasif dalam film ini, yang menunjukkan preferensi terhadap perintah langsung, permintaan, saran, dan larangan dibandingkan pendekatan persuasif yang lebih halus.&#13;
Temuan ini menegaskan hubungan antara jenis dan fungsi kalimat imperatif, serta memperkaya pemahaman tentang peranannya dalam dialog film. Penelitian ini memberikan wawasan berharga mengenai teknik naratif yang digunakan dalam The Irishman, sehingga relevan bagi para akademisi dalam studi film, analisis bahasa, serta penerapan praktis kalimat imperatif dalam media.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SENTENCES (GRAMMAR)</topic>
 </subject>
 <classification>415</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150949</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-12 10:55:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-12 11:39:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>