DAMPAK KRISIS EKONOMI TERHADAP KONSUMSI DAN TABUNGAN MASYARAKAT DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DAMPAK KRISIS EKONOMI TERHADAP KONSUMSI DAN TABUNGAN MASYARAKAT DI PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH


Pengarang

Cut Isnawati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

97120007

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Ekonomi (S2) / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Ilmu Ekonomi., 2001

Bahasa

Indonesia

No Classification

339.41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul "dampak krisis ekonomi terhadap konsumsi dan tabungan masyarakat di Daerah Istimewa Aceh". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh perubahan indeks harga konsumen, suku bunga. dan pendapatan terhaaap konsumsi dan tabungan sebelum dan pada masa krisis ekonomi berlangsung di Daerah Istimewa Aceh.
Penelitian ini tidak bersifat survei (lapangan) tetapi menggunakan data sekunder dari kantor pemerintah dan instansi/lembaga terkait lainnya. Variabel harga difokuskan kepada perubahan indeks harga konsumen (IHK), suku bunga simpanan, pendapatan regional per kapita. pengeluaran terhadap makanan dan non makanan per kapita. dan jumlah simpanan masyarakat di perbankan. peralatan analisis yang digunakan adalah bentuk fungsi Cobb-Douglass.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak krisis ekonomi terhadap konsumsi adalah signifikan. kecuali harga, di mana setiap kenaikan tingkat harga sebesar 1 persen akan membawa dampak positif terhadap konsumsi masyarakat sebesar 0.13 persen. Sementara kenaikan sukubunga berdampak negatif terhadap konsumsi yakni setiap kenaikan suku bunga 1 persen menurunkan konsumsi sebesar
27.56 persen. Variabel pendapatan berpengaruh positif terhadap konsumsi di mana
setiap kenaikan pendapatan 10 persen mendorong terjadinya kenaikan konsumsi sebesar 2.33 persen
Bila dilihat atau dibanding keadaan konsumsi masyarakat pada saat krisis ekonomi dengan saat tidak dalam keadaan krisis ekonomi dapat ditunjukkan oleh koefisien estimasi dummy variable. Besaran koefisien tersebut sebesar 0.03 yang bermakna bahwa dalam keadaan krisis ekonomi masyarakat harus meningkatkan pengeluaran konsumsi 0.03 persen lebih besar dibanding bila dalam keadaan tidak krisis.
Sisi tabungan. menunjukkan bahwa dampak krisis ekonomi terhadap tabungan adalah signifikan. kecuali harga. di mana setiap kenaikan tingkat harga sebesar 1 persen akan membawa dampak kenaikan tabungan masyarakat rata-rata sebesar 0.1326 rupiah. Di sisi lain setiap peningkatan suku bunga deposito 1 persen membawa dampak tabungan masyarakat meningkat rata-rata sebesar 0.2756 rupiah. demikian pula pendapatan, bila naik 1 persen maka tabungan akan bertambah sebanyak 1.2333 persen.
Bila dilihat atau dibanding keadaan tabungan masyarakat pada saat krisis ekonomi dengan saat tidak dalam keadaan krisis ekonomi dapat ditunjukkan oleh koefisien estimasi dummy variable. Besaran koefisien tersebut sebesar --0.0301 yang bermakna bahwa dalam keadaan krisis ekonomi masyarakat harus meningkatkan pengeluaran tabungan 0.0301 persen lebih besar dibanding bila dalam keadaan tidak krisis ekonomi.











Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK