<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150825">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK HIPOFISA SAPI TERHADAP PENINGKATAN HORMON TESTOSTERON PLASMA DARAH TIKUS PUTIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUL HADDIAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Testosteron adalah hormon androgenik yang sangat penting bagi hewan jantan. Hormon ini sebagian besar diproduksi dan disekresikan oleh sel Leydig, serta oleh korteks adrenal. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hormon testosteron plasma darah tikus Wistar jantan. Dalam penelitian ini digunakan 35 ekor tikus Wistar jantan dengan bobot badan 180-220 g. Seluruh tikus diadaptasikan selama dua minggu. Tikus dibagi ke dalam tujuh kelompok perlakuan (n=5), yakni P0, tikus yang diinjeksi dengan NaCl 0,9% selama 1 minggu; P1, tikus yang diinjeksi dengan ekstrak hipofisa sapi (EHS) selama 1 minggu; P2, tikus yang diinjeksi dengan EHS selama 2 minggu; P3, tikus yang diinjeksi dengan EHS selama 3 minggu; P4, tikus yang diinjeksi dengan EHS selama 4 minggu; P5, tikus yang diinjeksi dengan EHS selama 5 minggu; dan P6, tikus yang diinjeksi dengan EHS selama 6 minggu. Dosis EHS yang diberikan setiap injeksi adalah 3 IU/ekor tikus yang setara dengan 0,05 ml EHS. Konsentrasi testosteron dalam plasma diukur menggunakan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Data dianalisis dengan analisis varian satu arah. Konsentrasi testosteron pada kelompok P0; P1; P2; P3; P4; P5; dan P6 masing-masing adalah 0,64±0,29; 0,60±0,35; 1,04±0,68; 0,73±0,53; 0,83±0,44; 0,92±0,39; 1,10±0,57 ng/ml (P&gt;0,05). Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak hipofisa sapi dengan pemberian EHS sebanyak 0,05 ml/kg BB tidak dapat meningkatkan konsentrasi hormon testosteron pada tikus Wistar jantan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-11 10:18:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-11 10:29:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>