<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150801">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN ULTRASONOGRAFI ORGAN REPRODUKSI PASCA INSEMINASI BUATAN PADA SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salsabila Putroe Wieka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>GAMBARAN ULTRASONOGRAFI ORGAN REPRODUKSI PASCA INSEMINASI BUATAN PADA SAPI ACEH&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Banyak faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan reproduksi dan produktivitas sapi. Oleh karena itu, analisis kondisi organ reproduksi sapi pasca inseminasi buatan (IB) menjadi penting, tidak hanya untuk mendeteksi kebuntingan tetapi juga untuk mengidentifikasi penyebab kegagalan fertilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi organ reproduksi sapi aceh pasca IB dan mengidentifikasi penyebab kegagalan fertilisasi menggunakan ultrasonografi transrektal. Penelitian menggunakan 6 ekor sapi aceh. Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan pada hari ke-25 dan ke-35 pasca IB untuk mengamati ketebalan endometrium, korpus luteum (CL), dan keberadaan embrio. Hasil penelitian menunjukkan 2 ekor sapi 1 dan sapi 2 terdeteksi bunting, yang ditandai dengan keberadaan vesikel embrionik dan CL pada hari ke-25 dan ke-35. Sementara itu, 1 ekor sapi (sapi 3) menunjukkan vesikel embrionik dan CL pada hari ke-25 tetapi tidak teramati lagi pada hari ke-35. Tiga ekor sapi (4,5 dan 6) lainnya tidak terdeteksi bunting. Rata-rata ukuran CL pada sapi 1 bunting adalah 1,20 ± 0,00 cm (hari ke-25) dan 1,30 ± 0,00 cm (hari ke-35), lebih besar dibandingkan sapi 2 bunting (0,90 ± 0,14 cm dan 1,00 ± 0,00 cm). Rata-rata diameter endometrium pada sapi 1 bunting adalah 2,25 ± 0,14 cm (hari ke-25) dan 4,20 ± 0,21 cm (hari ke-35), lebih besar dibandingkan sapi 2 bunting (1,10 ± 0,28 cm dan 1,95 ± 0,56 cm) serta sapi 3 tidak bunting (1,15 ± 0,05 cm dan 2,45 ± 0,26 cm). Kesimpulan, terdapat perbedaan diameter ketebalan dinding uterus dan CL antara sapi aceh bunting dengan sapi tidak bunting. Hasil pemeriksaan sonografi organ reproduksi, kegagalan fertilisasi pada sapi aceh dapat disebabkan adanya kematian embrio dini, endometritis, kista dan mismanajemen.&#13;
&#13;
Kata kunci: sapi aceh, endometrium, inseminasi buatan, fertilisasi, ultrasonografi transrektal.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COWS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ARTIFICIAL INSEMINATION - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ULTRASONOGRAPHY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.082 45</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150801</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-10 14:56:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-06 09:12:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>