PENGARUH TINGKAT KEKERASAN BUAH DAN POSISI BENIH DALAM BUAH TERHADAP VIABILITAS BENIH KAKAO (THEOBRAMA CACAO L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH TINGKAT KEKERASAN BUAH DAN POSISI BENIH DALAM BUAH TERHADAP VIABILITAS BENIH KAKAO (THEOBRAMA CACAO L.)


Pengarang

andriansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0905101050052

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kekerasan buah dan posisi benih dalam buah serta interaksi antara keduanya terhadap viabilitas benih kakao. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 kali ulangan. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu: faktor pertama adalah tingkat kekerasan buah kakao yang terdiri atas 4 taraf, yakni keras > 3,70 - < 3,80 (kg/m2), sedang > 3.60 - ? 3,70 (kg/m2), agak lunak > 3,50 - ? 3,60 (kg/m2), dan lunak > 3,37 - ? 3,50 (kg/m2). Sedangkan faktor kedua adalah posisi benih dalam buah kakao yang terdiri atas 3 taraf yakni pangkal buah, tengah buah, dan ujung buah. Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tingkat kekerasan buah berpengaruh nyata terhadap kadar air benih, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Secara umum tingkat kekerasan buah yang baik (benih sudah masak fisiologis) adalah benih dengan tingkat kekerasan agak lunak > 3,50 - ? 3,60 (kg/m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan posisi benih dalam buah berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air benih, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Hasil analisis ragam juga menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang nyata antara tingkat kekerasan buah dan posisi benih di dalam buah terhadap peubah indeks vigor. Benih yang berasal dari buah dengan tingkat kekerasan agak lunak dan posisi benih pada bagian tengah buah memiliki nilai viabilitas lebih tinggi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK