<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150715">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS JARAK JANGKAUAN JARINGAN FIBER TO THE HOME (FTTH) DENGAN TEKNOLOGI GPON MENGGUNAKAN MODEL OPTISYSTEM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurhamidah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Informatika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat dan meningkatnya kebutuhan akan akses internet berkecepatan tinggi menuntut solusi yang efisien untuk memenuhi kebutuhan konektivitas modern. Fiber To The Home (FTTH) dengan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) menjadi pendekatan yang efektif dalam menyediakan layanan dengan bandwidth tinggi. Penelitian ini berfokus pada analisis jarak jangkauan maksimum jaringan FTTH melalui perhitungan link power budget dan simulasi performa jaringan menggunakan perangkat lunak OptiSystem. Studi ini mengevaluasi pengaruh panjang kabel terhadap level daya terima ONT serta menentukan konfigurasi optimal untuk jaringan dengan kapasitas pelanggan yang berbeda. Simulasi dilakukan dengan merancang dua model jaringan dengan kapasitas masing-masing 16 dan 32 pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kapasitas maksimum 16 pelanggan, jarak jangkauan yang layak adalah 19 km berdasarkan perhitungan link power budget, sedangkan hasil simulasi memperpanjang jarak tersebut hingga 20 km. Untuk kapasitas 32 pelanggan, jarak jangkauan layak adalah 11 km menurut perhitungan link power budget dan 14 km berdasarkan hasil simulasi. Perbedaan ini disebabkan oleh margin keamanan yang diperhitungkan dalam metode link power budget. Penelitian ini menyimpulkan bahwa simulasi menggunakan perangkat lunak OptiSystem merupakan alat yang praktis untuk perencanaan awal jaringan, dengan hasil yang mendekati pengukuran lapangan dari PT. Telkom Indonesia. Temuan ini menegaskan potensi pendekatan berbasis simulasi dalam mengoptimalkan desain jaringan FTTH dan meningkatkan kualitas layanan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150715</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-07 11:49:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-07 11:54:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>