Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
PERFORMA KENYAMANAN TERMAL DAN PENGHEMATAN ENERGI PADA TENDA PENGUNGSI DI IKLIM TROPIS LEMBAB
Pengarang
Muhammad Haiqal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Husni Husin - 196506011994122001 - Dosen Pembimbing I
Akhyar - 198006152006041004 - Dosen Pembimbing II
Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing III
Taufiq S. - 196309221990021001 - Penguji
Cut Dewi - 197807152002122002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2109300060013
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Program Doktor Ilmu Teknik (S3) / PDDIKTI : 20003
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana Program Doktor Ilmu Teknik (S3)., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Selama beberapa dekade terakhir ini kejadian bencana telah meningkat pesat yang menyebabkan memakan banyak korban jiwa dan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal. Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang juga kerap kali tertimpa bencana seperti banjir dan gempa bumi. Besarnya jumlah pengungsi akibat bencana yang kerap terjadi tersebut tentunya memerlukan penanganan salah satunya dengan menyediakan hunian darurat (emergency shelter) berupa tenda. Namun desain hunian darurat yang ada saat ini masih belum optimal memberikan rasa nyaman terhadap suhu sekitar di iklim tropis. Sehingga dalam diseratasi ini Kami bagi dalam dua tujuan utama. Tujuan pertama, mengevaluasi dan memberikan gambaran umum mengenai kenyamanan termal pada tenda darurat yang biasa digunakan di Indonesia untuk menggali potensi perbaikan desain. Perbaikan desain ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan nyaman bagi para pengungsi serta meningkatkan kualitas tenda pengungsi darurat di masa depan, khususnya di daerah dengan iklim panas dan lembab. Tujuan kedua, menilai kinerja kenyamanan termal tenda pengungsi yang digunakan selama bencana. Penelitian ini juga mengusulkan desain tenda alternatif yang dapat menyediakan suhu udara yang lebih rendah dan kecepatan angin yang lebih tinggi untuk meningkatkan kenyamanan di daerah tropis yang panas dan lembab. Penelitian ini penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di masa depan, mengingat perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam di seluruh dunia. Desain ulang tenda bertujuan untuk berfungsi sebagai tempat penampungan darurat yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta tahan lama untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak stabil di daerah terdampak bencana. Hasil dan kesimpulan dari disertasi ini antara lain : Pertama, kajian menunjukkan ventilasi pada tenda pengungsian seperti BNPB, UNHCR, PMI, dan Dinas Sosial belum optimal, sehingga kenyamanan termal kurang terpenuhi. Material poliester yang umum digunakan tidak efektif dalam mengatur kondisi termal, dan sebagian besar tenda tidak menerapkan strategi pendinginan alami seperti naungan. Perbaikan yang disarankan meliputi peningkatan ventilasi alami, penggunaan material dengan konduktivitas rendah, penambahan naungan, dan penataan ruang yang baik untuk meningkatkan kinerja tenda darurat. Kedua, simulasi computational fluid dynamics (CFD) pada dua desain tenda membandingkan kenyamanan termal antara model awal dan model rancangan ulang. Model rancangan ulang menunjukkan kecepatan dan distribusi udara yang lebih baik, serta suhu yang lebih rendah dibandingkan model awal pada pagi, siang, dan sore hari. Hasil ini dipengaruhi oleh ventilasi tambahan, ukuran tenda yang lebih besar, dan penempatan ventilasi di atas plafon, yang meningkatkan kenyamanan termal secara signifikan.
Kata kunci: kenyamanan termal, tenda pengungsi, iklim tropis, computational fluid dynamics.
SUMMARY Over the past few decades, the occurrence of disasters has increased significantly, resulting in many casualties and displaced individuals losing their homes. Aceh is one of the regions in Indonesia frequently affected by disasters such as floods and earthquakes. The large number of displaced people due to these recurring disasters necessitates appropriate responses, including the provision of emergency shelters in the form of tents. However, the current emergency shelter designs are not yet optimal in providing thermal comfort in tropical climates. This dissertation addresses two main objectives. The first objective is to evaluate and provide a general overview of the thermal comfort of emergency tents commonly used in Indonesia to identify potential design improvements. These improvements aim to create a more sustainable and comfortable environment for refugees and to enhance the quality of emergency tents in the future, particularly in hot and humid climates. The second objective is to assess the thermal comfort performance of refugee tents used during disasters. This study also proposes an alternative tent design that can provide lower air temperatures and higher wind speeds to improve comfort in hot and humid tropical regions. This research is crucial in improving disaster preparedness in the future, especially given the impacts of climate change, which are increasing the frequency and intensity of natural disasters globally. The redesigned tent aims to serve as a safe, comfortable, sustainable, and durable emergency shelter capable of adapting to unstable environmental conditions in disaster-affected areas. The findings and conclusions of this dissertation include the following: First, the study indicates that the ventilation in emergency tents such as those from BNPB, UNHCR, PMI, and the Social Services Department is not yet optimal, leading to inadequate thermal comfort. The polyester material commonly used is ineffective in regulating thermal conditions, and most tents do not incorporate natural cooling strategies such as shading. Recommended improvements include enhancing natural ventilation, using materials with low thermal conductivity, adding shading, and optimizing spatial arrangement to improve the performance of emergency tents. Second, computational fluid dynamics (CFD) simulations on two tent designs were conducted to compare the thermal comfort of the initial model and the redesigned model. The redesigned model demonstrated better air velocity and distribution as well as lower temperatures compared to the initial model during the morning, noon, and evening. These results are attributed to additional ventilation, larger tent size, and the placement of ventilation above the ceiling, significantly enhancing thermal comfort. Keywords: thermal comfort, refugee tents, tropical climate, computational fluid dynamics
PENGARUH MATERIAL BATU GIOK PADA BANGUNAN MASJID TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUANGAN (STUDI KASUS : MASJID AGUNG BAITUL A’LA. NAGAN RAYA) (Muhammad Rizky Reza, 2025)
PERANCANGAN HOTEL BISNIS DI BANDA ACEH (TEMA: ARSITEKTUR TROPIS) (Aufa Shabil Faisal, 2025)
ANALISIS NUMERIK KINERJA TERMAL DAN DISTRIBUSI ALIRAN UDARA SISTEM PENDINGINAN SIKLUS MAISOTSENKO DI DAERAH TROPIS (Abdul Latif, 2025)
KAJI EKSPERIMENTAL KENYAMANAN TERMAL RUMAH TIPE 36 DENGAN PERBANDINGAN VENTILASI ALAMIAH DAN EAHE (EARTH-AIR HEAT EXCHANGER) (RIZKY KURNIAWAN, 2026)
KINERJA VENTILASI ALAMI TERHADAP KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN KOLONIAL DAN KONTEMPORER (STUDI KASUS: SMPN 1 LHOKSEUMAWE) (Cut Nuzula Rahmah, 2025)