PERILAKU BALOK BETON BUSA BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN SERAT (FOAMED FIBRE REINFORCED CONCRETE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PERILAKU BALOK BETON BUSA BERTULANG DENGAN PENAMBAHAN SERAT (FOAMED FIBRE REINFORCED CONCRETE)


Pengarang

Firdaus - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0409200060008

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil., 2009

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.183 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perilaku balok beton busa bertulang dengan penambahan serat (Foamed Fibre Reinforce Concrete) dibawah beban statik, menggunakan 6 benda uji balok terdiri dari balok seri A dengan perlakuan 2 buah benda uji ukuran 15 x 30 cm, tulangan 4014 mm, sengkang 07 mm-7.5 cm, balok seri B dengan perlakuan 2 buah benda uji ukuran 15 x 30 cm jumlah 2 buah, tulangan 4010 mm sengkang 07 mm-- 15 cm dan balok seri C dengan perlakukan 2 buah benda uji ukuran I5 x 20 cm. tulangan 4010 mm sengkang 07 mm7.5 cm. Pengujian kuat tekan. kuat tarik belah dan pengujian lentur balok dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari sesuai dengan berat jenis yang direncanakan. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,5 dengan Spesifie Gravity (SG) yaitu 11,2 serta persentase serat sabut kelapa yaitu 0,5%: terhadap berat volume beton busa. Serat sabut kelapa yang digunakan berasal dari daerah Ulee Kareng Aceh Besar yang berupa uraian dari tali sabut yang telah dipotong sepanjang 25 mm dengan diameter rata-rata serat adalah
0.2 mm. Kuat tekan yang diperoleh untuk kubus adalah HO kg/em. Pada pengujian pembebanan, untuk balok B.I dengan ratio h/b = 2 dan rasio tulangan As/bd = 0,0136 retak awal terjadi pada beban 0,160 ton setelah diberikan beban secara bertahap pada beban 0,545 ton terjadi retak geser dan pada beban maksimum 0.935 ton terjadi kehancuran geser dengan defleksi maksimum 2.089 cm. Balok B.2 dengan rasio h/b = 2 dan rasio tulangan As/bd=
0.007 retak awal terjadi pada beban 0,179 ton setelah diberikan beban secara
bertahap terjadi retak lentur dan pada beban maksimum 1,150 terjadi kehancuran geser, dengan defleksi maksimum 3,914 cm. Balok B.3 dengan rasio h/b= 1.33 dan rasio tulangan As/bd = 0,0 10 retak awal terjadi pada beban
0,149 ton setelah diberikan beban secara bertahap mengalami retak lentur yang secara bertahap diikuti retak geser pada beban 0.285 ton dan pada beban maksimum 0420 ton terjadi kehancuran geser. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa beton berserat mempengaruhi beton pada, semua sisi menunjukkan adanya peningkatan daya dukung.

Kata Kunci: Beton Busa, Serat, Retak, Geser, Lentur, Defleksi




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK