Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA SABANG BERDASARKAN PETA JALUR PATAHAN AKTIF DI KOTA SABANG
Pengarang
sjafrizal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200140067
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Megister Ilmu Kebencanaan., 2017
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pulau Weh terdapal dua patahan utama: Sesar Sabang dan Sesar Seuke. Penelitian ini dilakukan di PulauWeh, Kota Sabang, Provinsi Aceh untuk memetakan distribusi jalur-jalur patahan utama dan minor di Pulau Weh dan menganalisis kesesuaian rencana pembangunan dan pengcmbangan Kota Sabang berdasarkan peta RTRW Kota Sabang terhadap jalur aktif yang ada. Proses pemctaan patahan dilakukan berdasarkan data sekunder yang diterbitkan oleh Direktoral lnventarisasi Sumber Daya Mineral, subdirektorat Panas Bumi dan data jalur patahan berdasarkan pada metode kelurusan. Distribusi jalur patahan yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan data dari dokumen-dokumen kebijakan pemerintah dan peta RTR W Kota Sabang yang dikeluarkan oleh Pemda Kota Sabang yang memberikan informasi secara detail tentang proses pembangunan dan rencana pembangunan jangka panjang Kota Sabang. AnaJisis lebih difokuskan pada bagaimana peta sebaran pembangunan dan perencanaan pembangunan Kota Sabang yang berdasarkan mitigasi bencana dimasa rnendatang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sebagian besar pola dan struktur ruang yang ditetapkan dalam RTRW oleh Pemda Kota Sabang terletak di jalur patahan aktif yang suatu saat dapat menjadi daerah rawan bencana. Proses pembangunan dan perencanaan pembangunan di Kota Sabang sejauh ini belum mengkaji potensi keseuaian pembangunan dan sebaran patahan aktif di Kota Sabang. Kawasan alternatif yang dapat dijadik.an kawasan budidaya yaitu kawasan le Meulee, Ujong Kareung, dan Anoi Itam dikarenakan tidak dilalui oleh patahan utama maupun patahan minor.
Kata Kunci: Rencana tata ruang wilayah (RTRW), peta jalur patahan aktif, Kota
Sabang, Patahan Sumatera
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMETAAN PATAHAN KOTA SABANG DAN KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHANNYA (ARIFAH SYAHIIRAH, 2025)
ANALISIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA SABANG BERDASARKAN PETA JALUR PATAHAN AKTIF DI KOTA SABANG (Sjafrizal, 2018)
ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (Mirza Arbi, 2016)
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KOTA SABANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (MUTIA SARI, 2025)
ANALLSLS PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN TATA RUANG WILAYAH DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH (Amrina Muara Futri Selin, 2024)