<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="150581">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  RENCANA TATA  RUANG WILAYAH (RTRW) KOTA  SABANG  BERDASARKAN PETA  JALUR PATAHAN AKTIF DI KOTA  SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>sjafrizal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulau  Weh terdapal  dua patahan  utama:  Sesar Sabang  dan Sesar Seuke.  Penelitian ini   dilakukan   di   PulauWeh,    Kota   Sabang,   Provinsi   Aceh   untuk   memetakan distribusi jalur-jalur patahan utama dan minor di Pulau Weh dan menganalisis kesesuaian  rencana pembangunan dan pengcmbangan Kota Sabang berdasarkan peta RTRW   Kota  Sabang  terhadap jalur aktif yang  ada.  Proses  pemctaan  patahan dilakukan     berdasarkan     data    sekunder     yang     diterbitkan     oleh     Direktoral lnventarisasi  Sumber   Daya  Mineral,   subdirektorat  Panas   Bumi  dan  data  jalur patahan    berdasarkan    pada   metode   kelurusan.   Distribusi  jalur  patahan   yang diperoleh  kemudian  dibandingkan dengan  data dari dokumen-dokumen kebijakan pemerintah   dan  peta  RTR W  Kota  Sabang  yang  dikeluarkan  oleh  Pemda  Kota Sabang  yang  memberikan   informasi  secara  detail  tentang  proses  pembangunan dan    rencana    pembangunan  jangka   panjang    Kota    Sabang.    AnaJisis    lebih difokuskan   pada  bagaimana   peta  sebaran  pembangunan dan  perencanaan pembangunan    Kota    Sabang    yang    berdasarkan     mitigasi    bencana     dimasa rnendatang.  Hasil  analisis  menunjukkan bahwa  Sebagian  besar  pola  dan  struktur ruang  yang  ditetapkan dalam  RTRW  oleh  Pemda  Kota  Sabang  terletak  di jalur patahan   aktif  yang   suatu   saat   dapat   menjadi   daerah   rawan   bencana.   Proses pembangunan dan perencanaan pembangunan di Kota Sabang sejauh ini belum mengkaji   potensi  keseuaian   pembangunan  dan   sebaran   patahan   aktif  di   Kota Sabang.   Kawasan    alternatif  yang   dapat   dijadik.an   kawasan    budidaya    yaitu kawasan  le Meulee,  Ujong Kareung,  dan Anoi Itam dikarenakan tidak dilalui oleh patahan  utama maupun  patahan  minor.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Rencana  tata ruang  wilayah  (RTRW),  peta jalur  patahan  aktif,  Kota&#13;
Sabang,  Patahan  Sumatera&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>150581</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-03-05 11:18:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-03-05 11:18:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>